Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelamar Manajer Kopdes Merah Putih Tembus 639.732 Orang

3 Senin, 04 Mei 2026, 11:57 WIB | Oleh:
Pelamar Manajer Kopdes Merah Putih Tembus 639.732 Orang Pelamar Manajer Kopdes Merah Putih Tembus 639.732 Orang Doc: ANTARA
Ket. Mentko Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan Kopdes Merah Putih Zulkifli Hasan (tengah) menyampaikan keterangan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026).

JAKARTA - Pemerintah mencatat jumlah pelamar program rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mencapai 639.732 orang hingga penutupan pendaftaran pada 24 April 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan Kopdes Merah Putih Zulkifli Hasan mengatakan dari total pelamar yang masuk, sebanyak 483.648 pelamar dinyatakan memenuhi syarat administrasi.

“Saat ini seleksi telah memasuki pelaksanaan tes kompetensi yang akan berlangsung 3 hingga 12 Mei 2026,” kata Zulkifli dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (4/5).

Adapun tes kompetensi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), metode yang juga digunakan dalam seleksi calon aparatur sipil negara (CASN).

Zulkifli menyebut tes dilaksanakan di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia untuk memudahkan peserta memilih lokasi terdekat dengan domisili masing-masing.

Setelah tahap CAT, peserta akan mengikuti seleksi kompetensi tambahan berupa psikotes, mental ideologi, dan pemeriksaan kesehatan pada 20–31 Mei 2026.

Pemerintah menjadwalkan pengumuman hasil akhir seleksi pada 7 Juni 2026.

Peserta yang lolos selanjutnya akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (komcad) serta pelatihan manajerial dan kompetensi bidang.

Zulkifli menegaskan proses rekrutmen SDM Kopdes Merah Putih akan diawasi ketat oleh panitia seleksi nasional agar berjalan objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Tidak ada bayaran apa pun. Tidak ada titipan,” kata dia menegaskan.

Zulkifli menyatakan Kopdes Merah Putih dibentuk sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan, sesuai arahan Presiden untuk memperkuat perekonomian masyarakat dari akar rumput.

Melalui koperasi tersebut, pemerintah ingin memangkas rantai pasok yang selama ini dinilai terlalu panjang sekaligus memperkuat posisi petani dan pelaku usaha desa.

Kopdes Merah Putih juga akan berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi masyarakat sehingga harga komoditas tetap terjaga.

Zulkifli mencontohkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Jika harga di tingkat pasar jatuh di bawah ketentuan tersebut, maka koperasi dapat membeli hasil panen petani agar harga tetap stabil dan petani tidak merugi.

Selain fungsi ekonomi, ia menyebut Kopdes Merah Putih juga akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial dan barang subsidi agar lebih tepat sasaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Polri Mutasi 264 Perwira Ti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya   

Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.