Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PMI: Mendonorkan Darah Salah Satu amalan Saat Ramahan

📅 Sabtu, 21 Feb 2026, 16:49 WIB | Oleh:
PMI: Mendonorkan Darah Salah Satu amalan Saat Ramahan Doc: ANTARA/HO-Palang Merah Indonesia (PMI)
Ket. Seorang perempuan tengah mendonorkan darahnya.

Jakarta -- Palang Merah Indonesia (PMI) menyatakan mendonorkan darah kepada mereka yang membutuhkan merupakan sebuah amalan saleh berpahala besar, terlebih di bulan penuh keberkahan, sehingga mengimbau publik untuk tetap mendonorkan darah selama Ramadan.

Ketua Unit Donor Darah Pusat (UDDP) PMI Jakarta Ni Ken Ritchie mengatakan di Jakarta, Sabtu, secara nasional, kebutuhan darah mencapai sekitar 5,6 juta kantong darah per tahun. Saat ini PMI telah mampu memenuhi sekitar 5,5 juta kantong darah atau sekitar 98 persen dari kebutuhan nasional.

"Meski capaian ini sangat signifikan, ketersediaan darah harus terus dijaga, karena kebutuhan transfusi terjadi setiap hari di berbagai fasilitas kesehatan. Pasien talasemia yang membutuhkan transfusi rutin, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, ibu dengan komplikasi persalinan, hingga korban kecelakaan lalu lintas tetap membutuhkan darah setiap hari," kata Ni Ken.

Namun demikian, pada periode Ramadan kerap terjadi penurunan jumlah pendonor, karena sebagian masyarakat ragu memendonorkan darah saat berpuasa. Mengacu pada Keputusan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta tanggal 22 Rabi’ul Akhir 1421 H/24 Juli 2000 M, pengeluaran darah bagi orang yang sedang berpuasa tidak membatalkan atau mengurangi kesempurnaan ibadah puasanya.

Menurutnya, Ramadan adalah momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak amal dan memperkuat solidaritas sosial.

"PMI menghormati berbagai pandangan fikih yang ada serta mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kenyamanan umat dalam beribadah. Namun, yang pasti, kebutuhan darah tidak bisa ditunda," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat yang memenuhi syarat kesehatan untuk tetap menjaga ketersediaan stok darah nasional dengan mendatangi UDD PMI terdekat dan menjadi pendonor darah sukarela secara rutin, baik menjelang berbuka maupun setelah berbuka puasa.

"Berbagi di bulan suci bukan hanya tentang memberi materi, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk hidup," katanya.

Selain donor darah biasa, katanya, masyarakat juga kerap menanyakan hukum donor darah metode aferesis, yakni prosedur pengambilan komponen darah tertentu menggunakan mesin, kemudian sisa komponen darah dikembalikan ke tubuh pendonor.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta Muhammad Faiz Syukron Makmun mengatakan bahwa dalam fikih terdapat dua pandangan besar terkait memasukkan darah kembali ke dalam tubuh.

Pandangan pertama menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak membatalkan puasa, karena yang membatalkan adalah masuknya makanan dan minuman melalui tenggorokan atau saluran terbuka di bagian kepala. Darah yang dikembalikan melalui prosedur medis tidak melalui jalur tersebut.

Sementara itu, sebagian ulama lain menggunakan pendekatan analogi (qiyas) dengan menyatakan bahwa darah berasal dari makanan dan menjadi nutrisi tubuh, sehingga memasukkannya kembali dapat dianggap menyerupai pemberian nutrisi.

Faiz menyebutkan mayoritas ulama yang menjadi rujukan cenderung menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak membatalkan puasa, karena darah telah mengalami perubahan (istihalah) dan bukan lagi dalam bentuk makanan.

Meski demikian, sebagai bentuk kehati-hatian serta untuk menghindari perbedaan pendapat di tengah masyarakat, donor aferesis dianjurkan dilakukan setelah berbuka puasa jika tidak dalam kondisi mendesak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
 Timnas Indonesia Jalani FI...
Olahraga
Kualifikasi Piala Dunia 203...
Megapolitan
Bank Jakarta Biayai Infrast...
Megapolitan
Obligasi Daerah Dirilis Dua...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.