• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Blunder! G-Dragon Pakai Ka...

Blunder! G-Dragon Pakai Kaus Bertuliskan Hinaan Rasis Saat Konser di Makau, Agensi Minta Maaf

Senin, 04 Mei 2026, 09:26 WIB

G-Dragon, anggota grup K-Pop BIGBANG, mengenakan kaus yang menampilkan tulisan bermakna hinaan rasis saat tampil di Makau akhir pekan lalu.

Sebagai anggota grup popular BIGBANG, G-Dragon sebelumnya pernah dikritik karena ketidakpekaan rasial dan politik, seperti memberi judul album solonya tahun 2025, Übermensch.

Ket. Foto: G-Dragon saat tampil di Coachella 2026. — Sumber: Entertainment Weekly

Entertainment Weekly melaporkan, perwakilan dari idola K-Pop populer G-Dragon telah mengeluarkan permintaan maaf setelah musisi tersebut mengenakan kaus yang menampilkan hinaan rasis dalam bahasa Belanda di atas panggung pada akhir pekan lalu.

Para penggemar langsung memperhatikan kaus tersebut secara berani setelah G-Dragon, yang bernama asli Kwon Ji-yong, tampil di panggung di Makau pada festival musik K-Spark hari Sabtu (2/5).

Sebuah unggahan menarik lebih dari 1 juta presentasi, dan menggambarkan kaus bergambar tersebut sebagai "sesuatu yang perlu didiskusikan dan dipertanggungjawabkan."

Bagian belakang kemeja yang menampilkan sebuah frase dalam bahasa Belanda yang berisi julukan anti-kulit hitam yang terkenal.

Meskipun G-Dragon mengenakan jaket selama penampilan solonya, bagian bawah kemeja panjang yang menampilkan frasa tersebut tetap terlihat setiap kali dia berbalik.

Galaxy Corporation, agensi hiburan yang mewakili G-Dragon, mengeluarkan permintaan maaf pada hari Minggu (2/5).

"Kami dengan tulus meminta maaf atas kata-kata yang tidak pantas dicantumkan pada pakaian pertunjukan yang dikenakan oleh artis di K-SPARK di Makau pada 2 Mei," demikian bunyi pernyataan yang diberikan kepada situs berita Korea Selatan, Soompi.

“Insiden ini sekali lagi mengingatkan kita akan pentingnya kepekaan budaya dan peninjauan yang bertanggung jawab. Kami akan secara menyeluruh menilai kembali dan memperkuat proses peninjauan dan verifikasi internal kami, termasuk pengaturan gaya dan proses internal terkait, dan melangkah maju dengan standar penghormatan dan tanggung jawab global yang lebih tinggi.”

Sebagai penutup, Galaxy Corporation menyatakan, "Kami tetap berkomitmen untuk mendekati semua aktivitas yang berkaitan dengan artis dengan lebih bijaksana dan bertanggung jawab, sambil memastikan bahwa latar belakang budaya dan nilai-nilai yang beragam dari penggemar global kami akan selalu dihormati. Sekali lagi, kami dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati atau kecewa atas kejadian ini."

G-Dragon belum berbicara secara terbuka tentang kejadian tersebut. Namun, para penggemar membanjiri kolom komentar unggahan Instagram terbarunya dengan pendapat mereka sendiri tentang kaus dan permintaan maaf tersebut.

"Bro, jelaskan soal kaos itu," pinta seorang penggemar, sementara penggemar lain berkomentar, "Aku suka kamu, tapi kamu perlu meminta maaf karena itu benar-benar tidak peka."

Ini bukan kali pertama G-Dragon berada dalam posisi sulit di mata para penggemar.

Musisi tersebut baru-baru ini menyebut penyelidikan atas tuduhan penggunaan narkoba pada tahun 2023, sebagai pengalaman yang "melelahkan dan hampa". Namun akhirnya ia terbukti tidak bersalah.

Pada tahun 2025, ia kembali menuai kontroversi setelah mengungkapkan judul album solo ketiganya: Übermensch. Istilah tersebut diciptakan oleh filsuf Friedrich Nietzsche dalam buku Such Spoke Zarathustra tahun 1883 untuk menggambarkan semacam manusia super yang tidak terbebani oleh batasan fisik dan sosial.

Namun, istilah tersebut diklaim oleh Nazi dan masih populer di kalangan supremasi kulit putih muda.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.