Waspada! Penawaran KUR via Tautan Palsu Marak
Minggu, 03 Mei 2026, 22:58 WIBJAKARTA â Mewaspadai modus penipuan di sektor jasa keuangan menjadi krusial seiring meningkatnya digitalisasi layanan yang membuka celah baru bagi pelaku kejahatan.
Skema seperti phishing, investasi bodong, hingga penyalahgunaan data pribadi sering memanfaatkan rendahnya literasi keuangan dan keamanan digital.
Karena itu, penguatan edukasi masyarakat, peningkatan sistem keamanan lembaga keuangan, serta pengawasan yang adaptif menjadi kunci untuk menekan risiko kerugian dan menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan maraknya penawaran kredit usaha rakyat (KUR) melalui tautan tidak resmi dan media sosial belakangan ini merupakan modus penipuan yang menyalahgunakan nama perseroan.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya memastikan seluruh informasi tersebut bukan berasal dari BRI dan tidak memiliki keterkaitan dengan layanan maupun operasional perusahaan.
"Seluruh proses pengajuan KUR BRI dapat diakses masyarakat melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu, BRI Unit, Teras BRI serta BRILink Agen atau menghubungi tenaga pemasar BRI di seluruh Indonesia, dan tidak dipungut biaya apapun di awal," kata Akhmad dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/5).
Untuk itu, perseroan mengimbau masyarakat tidak mengakses maupun mengeklik tautan yang tidak resmi.
Selain itu, perseroan tidak pernah meminta data rahasia nasabah seperti PIN, kata sandi (password), maupun kode OTP dalam kondisi apa pun.
Setiap permintaan terhadap data tersebut dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan.
Perseroan juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada penawaran yang menjanjikan pencairan cepat dengan syarat tidak wajar, serta selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI.
Beberapa kanal resmi seperti website www.bri.co.id, Instagram @bankbri_id, X @bankbri_id, @kontakbri, Facebook Bank BRI, hingga Contact BRI 14017/1500017.
Akhmad menegaskan bahwa perseroan secara konsisten memperkuat upaya edukasi kepada masyarakat terkait literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital.
Selain itu, menurutnya, perseroan juga aktif berkoordinasi dengan otoritas dan pihak terkait dalam rangka menindaklanjuti modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan.
Perseroan pun menyatakan komitmennya untuk terus menjaga keamanan layanan perbankan dan kepercayaan masyarakat dengan senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
- Sektor UMKM
- Modus Penipuan Keuangan
- kredit usaha rakyat (KUR)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
21 Lulusan SMK Dilepas Pemprov Bengkulu untuk Bekerja di Jepang
-
Misteri Kepunahan Massal 252 Juta Tahun Lalu Terpecahkan
-
Layanan SIM Keliling pada Kamis (16/7) Tersedia Di Lima Lokasi Jakarta
-
Atap Gedung Roboh Sejak 2024, Begini Nasib 270 Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09
-
Menaker: Data Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Penyusunan Kebijakan Ketenagakerjaan
-
Tragedi Hari Kemerdekaan AS: 8 Orang Terluka dalam Penembakan di Brooklyn
-
Ibrahim Al Abrar, Bocah Asal Boyolali yang Temukan Celah Keamanan NASA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.