- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kapal Tanker Minyak Kembal...
Kapal Tanker Minyak Kembali Dibajak Perompak Somalia di Lepas Pantai Yaman
Minggu, 03 Mei 2026, 10:50 WIBPerompak Somalia kembali membajak sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Yaman. Pembajakan kedua di wilayah tersebut dalam kurun waktu 10 hari, menyusul pembajakan kapal tanker Honor 25 pada tanggal 22 April.
Penjaga pantai Yaman sebelumnya mengatakan kapal tanker MT Eureka telah dibajak dan sedang menuju Somalia. Sumber-sumber mengatakan kapal itu dikuasai oleh bajak laut di Teluk Aden, dekat pelabuhan Qana.
Para perompak berangkat dari daerah pesisir terpencil dekat kota tepi laut Qandala, yang terletak di Teluk Aden, menurut tiga pejabat keamanan terpisah dari wilayah semi-otonom Puntland yang berbicara dengan BBC.
Peristiwa ini menandai pembajakan kapal tanker minyak kedua di wilayah tersebut dalam kurun waktu 10 hari, menyusul pembajakan Honor 25 oleh perompak Somalia pada tanggal 22 April.
Kapal Honor 25 membawa 18.500 barel minyak yang akan dikirim ke Mogadishu.
MT Eureka berlayar dengan bendera negara Afrika Barat, Togo, sebelum pembajakan dan dikuasai oleh para penembak pada pukul 5.00 pagi waktu setempat, demikian lanjut pejabat keamanan tersebut kepada BBC.
Saat ini kapal tersebut berlayar di Teluk Aden antara Yaman dan Somalia, dan diperkirakan akan berlabuh di perairan Somalia dalam beberapa jam mendatang.
Dalam insiden terpisah, United Kingdom Maritime Transportation Operation (UKMTO) melaporkan pada hari Jumat (1/5) bahwa "orang-orang bersenjata" di atas "perahu kecil" mendekati kapal pengangkut barang curah di dekat Al-Mukala, Yaman.
Menurut tiga pejabat keamanan yang berbeda, orang-orang bersenjata itu berangkat dari daerah pesisir terpencil dekat kota nelayan Caluula (Alula). Caluula berjarak 209 km (130 mil) dari tempat para pembajak berangkat untuk merebut MT Eureka.
Dua insiden terpisah tersebut menunjukkan bahwa pembajakan meluas di sepanjang garis pantai Somalia, yang merupakan garis pantai terpanjang di daratan Afrika dengan panjang 3.333 km (2071 mil).
Pembajakan hari ini menandai pembajakan bajak laut keempat yang berhasil dalam dua minggu terakhir.
Pihak berwenang Somalia dan Pasukan Angkatan Laut Uni Eropa (EUNAVFOR), yang mengawasi operasi anti-pembajakan di perairan Somalia, belum menanggapi pembajakan terbaru ini.
Pembajakan di Somalia, yang mengalami penurunan sejak tahun 2011, kembali meningkat sejak akhir tahun 2023, ketika pemberontak Houthi mulai menyerang kapal-kapal di Teluk Aden dan Laut Merah. Serangan-serangan tersebut memaksa angkatan laut internasional untuk beralih menangani ancaman Houthi, sehingga memungkinkan kelompok-kelompok bersenjata di pantai Somalia untuk memanfaatkan kelengahan keamanan tersebut.
"Krisis yang sedang berlangsung dengan para perompak jauh lebih buruk daripada yang disadari banyak orang. Ada peningkatan pergerakan (kelompok bersenjata) di sepanjang pantai," kata seorang pejabat keamanan dari wilayah semi-otonom Puntland.
Menurut beberapa pejabat keamanan, para perompak telah membajak sebuah kapal tanker minyak dengan 17 awak yang sedang berlayar di dekat pantai Somalia.
Kapal Honour 25 diserbu oleh enam orang bersenjata pada Rabu (22/4) malam, ketika berada sekitar 30 mil laut dari lepas pantai, kata para pejabat.
Sampai tiga tahun lalu, pembajakan hampir menghilang di wilayah Samudra Hindia yang dulunya terkenal dengan aksi pembajakan kapal, tetapi kini telah kembali marak dengan menargetkan kapal penangkap ikan atau kapal kontainer.
Penyitaan sebuah kapal tanker yang menuju ibu kota Somalia, Mogadishu, kemungkinan akan meningkatkan kecemasan di kota tersebut, di mana harga bensin telah melonjak tiga kali lipat sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Iran.
Kapal itu membawa 18.500 barel minyak, demikian disampaikan pejabat keamanan dari wilayah semi-otonom Puntland di Somalia kepada BBC.
Kapal yang dibajak tersebut berangkat dari pelabuhan Berbera, di republik Somaliland yang memproklamirkan diri, pada tanggal 20 Februari dan tiba di dekat pantai Uni Emirat Arab tak lama setelah konflik dimulai, menurut situs web ShipAtlas.
Peta pelayaran kemudian menunjukkan kapal tersebut berputar-putar di perairan dekat pintu masuk Selat Hormuz sebelum berbalik arah pada tanggal 2 April dan menuju ke Mogadishu.
Di bawah kendali para perompak, kapal yang membawa 17 awakâ10 warga Pakistan, empat warga Indonesia (WNI), satu warga India, satu warga Sri Lanka, dan satu warga Myanmarâtelah berlabuh di dekat pantai Somalia, di antara kota nelayan Xaafun dan Bander Beyla.
- perompak somalia
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.