Kementan Adopsi Gagasan IPB Jadi Gerakan Nasional Pengendalian Hama

Jumat, 01 Mei 2026, 10:44 WIB

KABUPATEN BOGOR – Kementerian Pertanian mengadopsi gagasan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) University menjadi gerakan nasional pengendalian hama berbasis lapangan yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rachmat, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis(30/4), mengatakan gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari masukan akademisi dalam memperkuat strategi pengendalian hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Ket. Foto: Petani bersama penyuluh dan pelajar mengumpulkan kelompok telur hama penggerek batang di areal persawahan dalam kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Hama. — Sumber: ANTARA

“Ini adalah gerakan masukan Prof Hermanu Triwidodo saat dialog dengan Menteri Pertanian ke IPB pada Kamis, 2 April 2026,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gerakan nasional pengumpulan kelompok telur penggerek batang tersebut dilaksanakan secara serentak di 10 provinsi dan melibatkan hampir 250 kabupaten di seluruh Indonesia.

Menurut Rachmat, langkah ini menjadi upaya konkret pemerintah dalam menekan serangan hama sejak dini melalui pendekatan teknologi terapan yang mudah dilakukan di tingkat petani.

Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 150 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah, penyuluh pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), petani, hingga pelajar.

Rangkaian kegiatan dilakukan secara hybrid, meliputi pengambilan kelompok telur penggerek batang di lapangan, penayangan langsung kegiatan serupa dari berbagai daerah, serta diskusi interaktif mengenai strategi pengendalian hama.

Dekan Fakultas Pertanian IPB University Prof Suryo Wiyono menekankan pentingnya intervensi pada fase awal pertumbuhan tanaman untuk memutus siklus perkembangan hama secara efektif.

Menurutnya, pengumpulan kelompok telur pada masa persemaian menjadi strategi yang efisien karena dilakukan pada luasan terbatas, namun berdampak besar dalam menekan populasi hama.

“IPB mendukung penerapan teknologi yang ramah lingkungan seperti pengumpulan kelompok telur ini,” katanya.

Gerakan ini juga menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan petani dalam menghadirkan solusi pengendalian hama yang aplikatif dan berkelanjutan.

  • Kementan RI

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.