Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Kakao Naik 2,45 Persen: Sinyal Permintaan Pasar Makin Menggila

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 07:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Kakao Naik 2,45 Persen: Sinyal Permintaan Pasar Makin Menggila Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti.
Ket. Biji cokelat yang sedang dikeringkan oleh para petani di halaman depan Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya (KSS) di Jembrana, Bali Barat.

JAKARTA – Kenaikan harga biji kakao mencerminkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan global yang semakin melebar.

Di sisi suplai, produksi di negara produsen utama terganggu oleh faktor cuaca ekstrem, penyakit tanaman, serta keterbatasan produktivitas kebun.

Sementara itu, permintaan industri cokelat relatif tetap kuat, terutama dari pasar Eropa dan Amerika, sehingga mendorong harga naik signifikan.

Bagi produsen, kenaikan ini membuka peluang peningkatan pendapatan, namun juga mengandung risiko jika tidak diimbangi dengan stabilitas produksi.

Di sisi hilir, lonjakan harga kakao berpotensi menekan margin industri pengolahan dan memicu kenaikan harga produk cokelat.

Secara keseluruhan, tren ini menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas, diversifikasi sumber pasokan, serta penguatan rantai nilai untuk menjaga keberlanjutan industri kakao.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan kenaikan harga referensi (HR) komoditas biji kakao periode Mei 2026 sebesar 2,45 persen disebabkan oleh meningkatnya permintaan tanpa dibarengi jumlah produksi.

Dalam keterangan di Jakarta, Kamis (30/4), Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Kemendag) Tommy Andana mengatakan HR biji kakao ditetapkan sebesar 3.268,68 dolar AS per MT, meningkat 2,45 persen atau sebesar 78,05 dolar AS dari periode sebelumnya.

Imbasnya, harga patokan ekspor (HPE) biji kakao pada Mei 2026 naik menjadi 2.963 dolar AS per MT, naik 77 dolar AS atau 2,66 persen dari periode sebelumnya.

"HR dan HPE biji kakao naik karena adanya peningkatan permintaan yang tidak diikuti oleh peningkatan produksi. Selain itu, kekhawatiran kekurangan suplai ikut memicu kenaikan HR dan HPE biji kakao," ujar Tommy.

Penetapan BK Biji Kakao periode Mei 2026 merujuk pada Kolom Angka 3 Lampiran Huruf B PMK Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK Nomor 68 Tahun 2025, yakni sebesar 5 persen.

Sementara itu, PE Biji Kakao periode tersebut merujuk pada Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025 jo. PMK Nomor 9 Tahun 2026, yakni sebesar 5 persen.

Di sisi lain, HPE komoditas produk pertanian dan kehutanan lainnya untuk periode Mei 2026 tidak berubah dari periode sebelumnya.

"Komoditas lainnya seperti HPE produk kulit, kayu, dan getah pinus periode Mei 2026 masih sama dengan periode April 2026," kata Tommy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.