Pemkot Kediri Pastikan Cuaca Panas Tak Ganggu Produksi Padi

Rabu, 29 Apr 2026, 12:39 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah setempat beberapa waktu terakhir tidak mengganggu produksi pertanian khususnya tanaman padi dan menjamin kebutuhan pangan mencukupi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri Un Ahmad Nurdin, di Kediri, Selasa mengatakan berdasarkan laporan hasil panen petani, produktivitas panen rata-rata hampir sama dengan tahun lalu, sehingga produksi pertanian masih cukup baik. 

Ket. Foto: Buruh tani menanam padi di area persawahan Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur. — Sumber: Antara Foto

"Untuk 2025, produksi padi 8.674 ton, produktivitasnya 7,42 ton per hektare dari luas lahan panen 1.169 hektare. Tahun 2026 ini hampir sama, namun jumlahnya masih dihitung," katanya.

Ia mengungkapkan, hasil produksi pada 2025 relatif bagus yang didukung dengan tidak adanya laporan organisme pengganggu tanaman (OPT), termasuk kondisi cuaca yang baik.

Menurut dia, hasil panen pada 2026 juga baik, dengan tidak adanya laporan terkait serangan OPT dan pasokan air juga masih melimpah untuk optimalisasi tanam padi.

Dirinya mengakui adanya laporan cuaca ekstrem menjadi perhatian serius, dan pemkot setempat telah membuat persiapan di antaranya memaksimalkan sumber air yang ada.

Di Kota Kediri, ada beberapa sumber air yang merupakan saluran irigasi andalan untuk pengairan sawah, di antaranya Sumber Banteng Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Sumber Jiput Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Pesantren dan beberapa sumber air lainnya.

Menurut dia, kondisi sumber air tersebut sangat bagus dan mampu mencukupi kebutuhan irigasi petani termasuk saat cuaca panas.

Ia mengakui bahwa kemarau memang membuat debit air menyusut, namun secara keseluruhan sumber air itu masih biasa dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi petani.

"Tahun ini hujan masih ada. Artinya masih mendukung untuk proses tanam padi," kata dia.

Ia mengatakan dari prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dijelaskan bahwa kemarau tahun ini bisa terjadi lebih panjang karena ada El Nino.

Informasi tersebut sudah disampaikan ke para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan akan disosialisasikan ke petani agar lebih siap menghadapi tantangan ke depa termasuk dengan mempercepat musim tanam.

"Segera menanam karena air masih banyak. jika tidak segera tanam, Mei kemarau, air sulit sehingga bisa menambah biaya produksi," kata dia. 

Selain itu, pihaknya juga mengajukan usulan ke pemerintah pusat untuk pengadaan pompa air, guna membantu pengairan sawah petani jika debit air benar-benar berkurang. 

"Kami mengajukan usulan pompa air biar petani yang memang tidak dilalui sumber air atau airnya susut terbantu. Mudah-mudahan disetujui," kata dia.

  • Cuaca Panas ekstrem

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.