Langkah Aldila/Janice Terhenti Dramatis di Perempat Final Madrid Open

Selasa, 28 Apr 2026, 19:16 WIB

MADRID — Harapan ganda putri Indonesia, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen, untuk melangkah lebih jauh di Madrid Open 2026 harus pupus di perempat final. Dalam pertarungan sengit yang berlangsung Selasa (28/4), mereka takluk dari pasangan berpengalaman Laura Siegemund/Vera Zvonareva dengan skor 7-5, 5-7, 8-10.

Kekalahan tersebut memang menyisakan penyesalan, namun capaian Aldila/Janice tetap layak diapresiasi. Mereka mencatatkan sejarah sebagai pasangan ganda putri Indonesia pertama yang mampu menembus babak perempat final turnamen level WTA 1000.

Ket. Foto: Aldila Sutjiadi/Janice Tjen. — Sumber: Istimewa

Sejak set pembuka, Aldila/Janice tampil percaya diri. Variasi serangan yang agresif mampu menekan lawan dan menjaga tempo permainan tetap tinggi. Meski demikian, pengalaman Siegemund/Zvonareva beberapa kali menjadi pembeda, terutama dalam momen-momen krusial yang menuntut ketenangan.

Memasuki set kedua, permainan wakil Indonesia kian padu. Kombinasi pukulan dari baseline dan permainan net yang efektif membuat mereka sempat berada di atas angin. Namun, konsistensi pasangan Jerman-Russia itu kembali menguji. Setelah sempat unggul, Aldila/Janice kehilangan momentum dan harus merelakan set tersebut jatuh ke tangan lawan.

Pertarungan mencapai klimaks di set penentuan. Kedua pasangan saling berbalas poin dalam tensi tinggi hingga memaksa laga ditentukan melalui tie-break. Di fase ini, pengalaman kembali berbicara. Siegemund/Zvonareva tampil lebih tenang untuk mengunci kemenangan 10-8.

Hasil ini memastikan Aldila/Janice belum mampu melangkah ke semifinal turnamen WTA 1000 sebagai pasangan sesama pemain Indonesia. Meski begitu, torehan mereka di Madrid menjadi sinyal positif bagi perkembangan ganda putri Tanah Air di level elite.

Adapun bagi Aldila, capaian semifinal WTA 1000 bukan hal baru. Petenis 29 tahun itu pernah menembus empat besar saat berpasangan dengan Miyu Kato di BNP Paribas Open 2023. Ia juga mengulang prestasi serupa bersama Leylah Fernandez di Wuhan Open 2024.

Kini, meski langkahnya bersama Janice terhenti, pengalaman berharga di Madrid menjadi bekal penting untuk menatap turnamen-turnamen berikutnya dengan rasa optimistis yang lebih besar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.