Konektivitas Jadi Kunci, ASDP Bangun Raja Ampat Lebih Berkelanjutan
Selasa, 28 Apr 2026, 00:00 WIBJAKARTA â BUMN yang menyediakan jasa angkutan penyeberangan dan pelabuhan terintegrasi di Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), menempatkan pembangunan berkelanjutan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sebagai agenda strategis yang tidak cukup ditopang oleh konektivitas semata, melainkan membutuhkan pendekatan terintegrasi lintas sektor. Selain memastikan akses transportasi yang andal, intervensi juga perlu menyasar aspek lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan sosial, hingga penguatan ekonomi lokal agar manfaat pembangunan lebih merata dan berjangka panjang.
ASDP menghadirkan program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahap 2. Program yang berlangsung pada 22â24 April 2026 ini difokuskan di Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan keterlibatan ASDP dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di kawasan 3T.
âPartisipasi ASDP dalam program TJSL BUMN di Raja Ampat merupakan wujud komitmen kami untuk tidak hanya menghadirkan layanan transportasi yang andal, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menciptakan dampak berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat,â ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (27/4).
Di Kampung Mutus, program difokuskan pada rehabilitasi ekosistem melalui penanaman 2.000 bibit mangrove dan 650 fragmen karang yang disertai edukasi pelestarian lingkungan bagi masyarakat. Program ini juga diperkuat dengan pelatihan dan sertifikasi selam bagi kelompok konservasi, serta pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna meningkatkan kapasitas kelembagaan dan pendapatan masyarakat.
Selain itu, akses listrik kini dapat dirasakan oleh 119 rumah dengan jangkauan sekitar 500 penerima manfaat. Di sektor pendidikan, program turut mendukung renovasi fasilitas belajar dan penyediaan sarana pendidikan di SD YPK Effata Mutus dan SMPN 11 Raja Ampat.
Sementara itu, di Kampung Manyaifun, program diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar dan layanan sosial melalui penyediaan listrik bagi 59 rumah dengan jangkauan 117 penerima manfaat. Kegiatan ini juga dilengkapi renovasi fasilitas umum, sekolah, dan rumah ibadah guna mendukung kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Program Lanjutan
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menambahkan, program ini melanjutkan berbagai inisiatif TJSL ASDP sebelumnya, seperti penanaman 3.000 bibit mangrove di Bitung, transplantasi terumbu karang di Labuan Bajo, pemberian beasiswa di Sumbawa, dukungan pengembangan UMKM, hingga renovasi rumah ibadah di berbagai wilayah Indonesia Timur.
Menurut Windy, berbagai program tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, hingga perlindungan ekosistem laut. âMelalui program kolaborasi ini, ASDP ingin memastikan kehadirannya tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,â tutup Windy.
- PT ASDP
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.