Indonesia Wajib Atasi Prancis

Selasa, 28 Apr 2026, 06:55 WIB

JAKARTA - Berada di posisi puncak grup belum memastikan langkan tim putra Indonesia di ajang Piala Thomas 2026. Tim putra Indonesia memasuki laga terakhir Grup D dengan dua kemenangan, tetapi langkah ke perempat final masih ditentukan oleh detail skor saat menghadapi Prancis. Di atas kertas, kemenangan atas Aljazair (5-0) dan Thailand (3-2) di Forum Horsens, Denmark, menempatkan tim Indonesia di jalur ideal. Namun, format penentuan peringkat membuat selisih partai menjadi variabel krusial.

Indonesia memimpin klasemen dengan dua poin, diikuti Thailand (satu poin), lalu Prancis dan Aljazair. Thailand telah menundukkan Prancis 3-2 dan berpeluang besar menutup fase grup dengan kemenangan telak atas Aljazair. Artinya, tekanan berpindah ke laga Indonesia versus Prancis, Selasa (28/4), yang akan menentukan apakah Indonesia melaju sebagai juara grup atau terancam tersingkir.

Ket. Foto: Pasangan Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin dalam ajang Thomas Cup 2026 di Forum Horsens, Denmark, Minggu (26/4). — Sumber: Foto: PP PBSI

Skenario paling aman sekaligus paling sederhana: menang, berapa pun skornya. Kemenangan atas Prancis memastikan Indonesia finis di posisi teratas Grup D dan mengunci tiket delapan besar. Ini sekaligus menjaga tradisi panjang lolos fase gugur sejak debut pada tahun 1958. Dalam skenario ini, komposisi partai menjadi lebih fleksibel. Target utama adalah mengamankan tiga kemenangan.

Namun, jalan alternatif masih terbuka. Indonesia tetap bisa lolos meski kalah 2-3, selama mampu menang dalam dua partai. Hasil tersebut berpotensi menempatkan Indonesia sebagai runner-up, bergantung pada hasil Thailand kontra Aljazair yang diprediksi berakhir 5-0. Di sinilah manajemen partai menjadi penentu. Setiap nomor, tunggal maupun ganda, harus diposisikan untuk memaksimalkan peluang dua poin minimum.

Sebaliknya, kekalahan dengan margin lebar (1-4 atau 0-5) akan menjadi bumerang. Dengan asumsi Thailand meraih kemenangan besar di laga lainnya, selisih partai Indonesia bisa tergerus dan membuka skenario tersingkir. Artinya, bukan hanya menang-kalah yang penting, tetapi juga bagaimana Indonesia menjaga jarak skor di setiap partai. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.