Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Prabowo Sumbang Satu Ekor Sapi untuk Idul Adha di Natuna

📅 Senin, 27 Apr 2026, 13:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Prabowo Sumbang Satu Ekor Sapi untuk Idul Adha di Natuna Doc: ANTARA
Ket. Kepala DKPP Natuna Wan Syazali melakukan pemantauan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada April 2026 di Natuna.

NATUNA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyumbangkan satu ekor sapi untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, dikonfirmasi di Natuna, Senin (27/4), mengatakan pemkab diminta mengajukan usulan sapi terbaik yang nantinya diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan selanjutnya ke pemerintah pusat, untuk dijadikan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan kriteria sapi yang diusulkan memiliki bobot ideal minimal satu ton dan dalam kondisi sehat.

Pihaknya telah mengirimkan usulan yang diminta itu, namun berdasarkan hasil seleksi di lapangan, sapi dengan bobot satu ton tidak ditemukan.

“Kami sudah mengirimkan usulan dengan berat sekitar 879,46 kilogram. Itu yang paling besar yang tersedia saat ini,” ucapnya.

Wan Syazali mengatakan pengukuran bobot sapi dilakukan menggunakan rumus Lambourne, yakni metode perkiraan berat badan ternak tanpa timbangan melalui pengukuran lingkar dada dan panjang badan. Sapi yang diusulkan tersebut diketahui berusia sekitar tiga tahun enam bulan.

Saat ini, sapi tersebut masih dalam pemantauan intensif oleh DKPP Natuna untuk memastikan kesehatannya tetap terjaga hingga waktu penyembelihan.

Terkait dengan harga, katanya, belum dapat dipastikan. Namun, lokasi penyembelihan sudah ditetapkan Pemkab Natuna, yakni di Masjid Al Ihyak Desa Air Payang, Kecamatan Pulau Laut, yang merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia.

"Bupati sudah menetapkan Kecamatan Pulau Laut sebagai lokasi penerima bantuan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Babak Pertama Skuad Garuda Harus Mencetak Gol

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Babak Pertama Skuad Garuda ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.