Arah Baru Bogor, Parung Dibangun Jadi Episentrum Pertumbuhan Ekonomi

Minggu, 26 Apr 2026, 22:55 WIB

BOGOR – Pembangunan sentra ekonomi baru di daerah menjadi strategi untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar pusat ekonomi lama.

Dengan mengembangkan kawasan berbasis potensi lokal—seperti industri pengolahan, pariwisata, atau agribisnis—daerah dapat meningkatkan nilai tambah, menyerap tenaga kerja, dan memperkuat rantai pasok regional.

Ket. Foto: Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan penataan kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/ HO-Pemkab Bogor

Konektivitas infrastruktur dan akses pasar menjadi faktor kunci agar sentra tersebut tidak terisolasi, tetapi terhubung dengan jaringan ekonomi yang lebih luas.

Namun, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik. Kepastian regulasi, kemudahan berusaha, serta kualitas SDM menjadi penentu utama daya tarik investasi. Tanpa itu, sentra ekonomi berisiko menjadi proyek tanpa aktivitas signifikan.

Karena itu, pendekatan terintegrasi—meliputi insentif investasi, penguatan kelembagaan lokal, dan kolaborasi dengan sektor swasta—diperlukan agar sentra ekonomi baru benar-benar hidup, kompetitif, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai melakukan transformasi kawasan Parung sebagai sentra ekonomi baru di wilayah utara Kabupaten Bogor melalui penataan Pasar Parung yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto di Bogor, Sabtu, mengatakan, penataan Pasar Parung tidak hanya fokus penertiban pedagang kaki lima (PKL), tetapi menjadi bagian dari strategi besar pembangunan kawasan untuk mendukung masuknya investasi besar pada 2026–2027 di wilayah Kemang, Ciseeng, dan Parung.

“Penataan ini harus dilakukan secara adil dan terukur. Tidak bisa parsial. PKL, kebersihan, lalu lintas, hingga fasilitas pasar harus ditangani dalam satu sistem yang terintegrasi,” kata Rudy.

Menurut dia, kawasan Parung harus mulai dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menjadi wajah baru perekonomian daerah sekaligus menjadi pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Bogor bagian utara.

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan posko terpadu yang dilengkapi dasar hukum melalui Surat Keputusan (SK), serta penguatan personel di lapangan, termasuk penambahan tenaga harian lepas (PHL) di titik-titik strategis.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, penataan wilayah dilakukan secara bertahap dan estafet. Setelah fokus pada penataan kawasan Cibinong, kini perhatian pemerintah daerah mulai diarahkan ke Parung sebagai kawasan strategis berikutnya.

“Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. Kita ingin menghadirkan ketertiban sesuai semangat Tegar Beriman. PKL tetap difasilitasi, tetapi dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman,” ujar Ajat.

Ia menambahkan, penataan Parung juga mencakup optimalisasi aset lama seperti terminal yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal. Terminal tersebut kini tengah diaktifkan kembali dan akan diintegrasikan dengan Pasar Parung.

Selain itu, pembangunan akses jalan juga disiapkan untuk mempermudah mobilitas masyarakat agar tidak perlu memutar jauh saat menuju kawasan pasar dan terminal.

“Ke depan, kawasan Parung dirancang menjadi satu kesatuan yang terhubung hingga Ciseeng, bahkan mengangkat potensi lokal sebagai ikon kawasan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis penataan, termasuk relokasi PKL ke dalam area pasar.

Sebanyak 700 lapak telah disiapkan di area pasar untuk menampung para pedagang, khususnya sektor sayur-mayur, basahan, ayam, dan ikan.

“Penataan ini tidak hanya memindahkan PKL, tetapi juga membersihkan kawasan depan pasar. Area tersebut akan dijadikan zona merah terlebih dahulu sebelum ditentukan pemanfaatannya, apakah menjadi taman atau sentra ikan hias,” ujarnya.

Ia mengakui, pada awalnya sempat muncul pro dan kontra di kalangan pedagang. Namun seiring proses berjalan, dukungan terhadap program penataan kini semakin menguat dan mencapai sekitar 90 persen.

Perumda Pasar Tohaga juga menargetkan pengembangan kawasan Parung sebagai sentra ikan hias yang mampu bersaing di tingkat regional hingga menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.