Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian PKP Alokasikan 3.107 Rumah di PBD melalui Program BSPS

📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 22:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementerian PKP Alokasikan 3.107 Rumah di PBD melalui Program BSPS Doc: ANTARA
Ket. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait didampingi Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Wali Kota Sorong Septinus Lobat mengunjungi Kampung Kokoda sebagai penerima bantuan Program BSPS, Sabtu (25/4/2026).

SORONG – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan Provinsi Papua Barat Daya mendapatkan alokasi 3.107 rumah yang siap dibedah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun ini.

Menurut dia, alokasi tersebut tersebar di enam kabupaten/kota, masing-masing Kota Sorong sebanyak 607 unit, serta Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Maybrat, dan Kabupaten Tambrauw masing-masing 500 unit.

“Target kita diselesaikan dalam tahun ini,” ujar Maruarar saat berkunjung ke Kota Sorong, Sabtu (25/4).

Ia menjelaskan peningkatan alokasi Program BSPS di PBD sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah bantuan hanya sekitar 40 unit, sementara pada 2026 meningkat menjadi 3.107 unit.

Secara keseluruhan, kata dia, pemerintah menargetkan perbaikan sekitar 21 ribu rumah di enam provinsi di Tanah Papua melalui program bedah rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut mencakup sekitar 42 kabupaten/kota, dengan setiap daerah mendapatkan alokasi minimal perbaikan rumah.

Menurut Maruarar, program ini merupakan bagian dari perubahan mendasar dalam pembangunan sektor perumahan di Papua, yang tidak hanya fokus pada renovasi rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Selain BSPS, pemerintah juga meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan dengan bunga rendah sebesar 0,5 persen untuk pinjaman di bawah Rp100 juta tanpa agunan," katanya.

Program ini, tambah dia, ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, dalam memperbaiki atau memiliki rumah.

“Jangan hanya membangun rumahnya, tetapi juga membangun ekonomi keluarganya,” kata dia.

Ia menilai perbaikan rumah dalam skala besar akan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas usaha kecil, hingga pergerakan sektor industri bahan bangunan.

Pihaknya juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, perbankan, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mempercepat program tersebut.

"Di samping itu, program serupa juga akan menyasar kawasan perbatasan, seperti wilayah perbatasan Papua dengan Papua Nugini, Kalimantan Barat dengan Malaysia, serta Sulawesi Utara dengan Filipina, dengan total sekitar 15 ribu rumah yang akan diperbaiki," bebernya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.