Apa Itu Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat
Jumat, 24 Apr 2026, 06:32 WIBBANDA ACEH â Pernah mendengar Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat alias Amanah? Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan dukungan penuh terhadap eksistensi program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) dalam rangka mewujudkan dan melahirkan wirausaha muda di tanah rencong.
âPemerintah Aceh akan terus memberikan dukungan agar AMANAH mampu menjadi pusat inkubasi wirausaha muda, pengembangan ekonomi kreatif, serta jembatan kolaborasi antara pemuda dengan pemerintah dan dunia usaha,â kata Mualem, di Aceh Besar, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan Mualem dalam sambutannya pada kegiatan relaunching AMANAH sekaligus pengukuhan pengurus, di Komplek AMANAH, Ladong, Aceh Besar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah lainnya.
Gubernur menegaskan, relaunching AMANAH merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen pembangunan Aceh yang bertumpu pada generasi muda.
âPembangunan Aceh ke depan tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas, kreativitas, dan daya juang anak-anak mudanya,â ujar dia.
Mualem menjelaskan, AMANAH dirancang sebagai creative hub yang menjadi ruang bertemunya ide, talenta, dan inovasi anak muda Aceh, sehingga mampu melahirkan karya bernilai ekonomi, sekaligus menjadi solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
Menurut dia, pengukuhan pengurus dan badan pekerja yang dilakukan pada momentum tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan, agar AMANAH dapat berjalan lebih profesional, terarah, dan memberikan dampak lebih luas.
Dalam kesempatan ini, dirinya berharap AMANAH mampu menjadi gerakan yang menumbuhkan optimisme, sehingga generasi muda Aceh dapat bersaing di tingkat nasional hingga global.
âDari tempat ini kita harapkan lahir gagasan besar, karya terbaik, serta gerakan nyata untuk membawa Aceh menjadi lebih maju dan bermartabat,â kata Mualem.
Ternak Ayam Petelur
Sebelumnya, Pemerintah Aceh melalui âUPTD Balai Non-Ruminansia Dinas Peternakan (Disnak) Aceh mendorong pengelolaan peternakan ayam petelur skala besar di pesisir Kabupaten Aceh Tamiang dapat menjadi percontohan untuk daerah lainnya di Aceh.
"Kami berharap peternakan milik Pak Syaiful ini menjadi contoh pengembangan budidaya ayam petelur karena kapasitasnya yang mumpuni," kata Kepala UPTD Balai Non-Ruminansia Disnak Aceh Yessi Fandiba di Aceh Tamiang, Kamis.
âDalam kunjungan ke lokasi peternakan ayam petelur tersebut, Yessi memantau langsung proses produksi telur segar dari ribuan ayam, dan menilai kebersihan kandangnya sangat terjaga serta memiliki suasana yang asri.
â"Kami sedang menjalankan kegiatan pengawasan dan monitoring di lokasi budidaya ayam. Ini merupakan bagian dari program pembinaan untuk menunjang peran masyarakat sekitar," ujar dia.
âYessi menuturkan, tingkat konsumsi telur di Aceh mencapai 2,5 juta butir per hari. Tetapi, hingga saat ini, produksi lokal baru mampu memenuhi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan tersebut.
â"Saat ini kita masih sangat bergantung pada pasokan dari daerah tetangga, yakni Sumatera Utara. Karena itu kami berharap peternakan ini menjadi bisa contoh," katanya.
âIa menambahkan, meski terdapat peternakan serupa di Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Nagan Raya, Aceh Timur dan Aceh Selatan, tetapi kapasitas produksinya masih tergolong kecil dan lokasinya terpisah-pisah.
"Sebelum kemari kami sudah roadshow (keliling) ke daerah lain. Dan kandang yang luas seperti ini baru ada milik Pak Syaiful di Aceh Tamiang ya," ujar Yessi.
Sementara itu, pemilik peternakan Syaiful Bahri menyatakan komitmennya untuk memperluas skala produksi di daerah perbatasan Aceh-Sumut tersebut.
Saat ini, peternakannya menampung 20 ribu ekor ayam, terdiri dari empat kandang dengan target peningkatan menjadi 50 ribu ekor di tujuh kandang pada akhir 2026.
â"Cita-cita saya dari kandang di Seruway ini bisa mencapai 100 ribu ekor. Saat ini yang sudah berproduksi ada 10 ribu ekor dengan tingkat produktivitas mencapai 95,16 persen," kata Syaiful Bahri yang juga Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang itu.
âSejauh ini, menurut dia, hasil produksi telurnya sudah dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan di Kota Kuala Simpang dan Lhokseumawe.
Karena itu, dirinya juga mendorong pengusaha lokal lainnya di Aceh jangan tidak ragu terjun ke bisnis peternakan ayam petelur guna mewujudkan kedaulatan pangan.
â"Untuk skala kecil seperti 1.000 atau 2.000 ekor, itu sebenarnya bisa dikelola oleh satu rumah tangga. Jika kita punya populasi tiga juta ekor ayam di Aceh, kita bisa mandiri dan tidak lagi bergantung pada Medan atau Blitar," kata Syaiful Bahri.
- Inspirasi Wirausaha
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.