Salatiga Juara Lagi, Tegal Melesat Tajam, Ini Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia 2025
Kamis, 23 Apr 2026, 01:05 WIBJAKARTA -Â SETARA Institute kembali merilis Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap praktik baik kerukunan di tingkat perkotaan seluruh Indonesia. Dalam publikasi kesembilan ini, Salatiga kembali mengukuhkan posisinya sebagai kota paling toleran di tanah air, disusul oleh Singkawang dan Semarang.Â
Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, mengungkapkan adanya dinamika positif dalam peta toleransi nasional tahun ini, yang ditandai dengan kenaikan skor rata-rata nasional menjadi 4,97. Kenaikan tipis namun signifikan ini mencerminkan adanya perbaikan berkelanjutan dalam ekosistem toleransi meski tantangan pada aspek kepemimpinan politik dan birokrasi masih membayangi sejumlah wilayah dengan skor rendah.
âBerdasarkan hasil studi, sepuluh kota dengan skor toleransi tertinggi secara berurutan diraih oleh Salatiga, Singkawang, Semarang, Pematang Siantar, Bekasi, Sukabumi, Magelang, Kediri, Tegal, dan Ambon.
â"Masuknya Kota Tegal dan Kota Ambon dalam 10 skor teratas IKT 2025 menandai dinamika penting dalam peta toleransi nasional," ujar Halili mengomentari hasil pemeringkatan tersebut.
Halili menjelaskan bahwa Tegal mencatatkan kenaikan peringkat yang sangat signifikan, yakni melompat dari peringkat 39 pada IKT 2024 menjadi peringkat 9 pada tahun ini. Kemajuan Kota Tegal tersebut salah satunya ditopang oleh fondasi regulasi berupa Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama.
âSelain membahas kota dengan capaian terbaik, Halili juga menyoroti kondisi kota-kota yang berada di posisi terbawah dan urgensi pembenahan ekosistem toleransi di wilayah tersebut.
â"Secara garis besar, kota-kota pada peringkat 10 besar kota dengan skor terendah pada IKT 2025 masih menghadapi tantangan pada aspek kepemimpinan politik (political leadership) dan kepemimpinan birokrasi (bureaucratic leadership) yang kurang kondusif dalam pemajuan toleransi," kata Halili menegaskan.
âKelemahan kepemimpinan tersebut kerap bermuara pada kristalisasi favoritisme terhadap kelompok tertentu serta formalisasi peraturan-peraturan daerah yang berbasis agama.
âSecara nasional, studi ini mencatatkan skor rata-rata toleransi di angka 4,97 pada tahun 2025. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,05 dibandingkan skor rata-rata nasional pada tahun 2024 yang berada di angka 4,92.
âKenaikan skor rata-rata dari skala 1-7 ini mengindikasikan bahwa kondisi toleransi di Indonesia tergolong cukup baik dan terus menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan.
âAdapun objek kajian IKT 2025 mencakup 94 kota dari total 98 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengukuran tersebut mengandalkan empat variabel yang dielaborasi menjadi delapan indikator, meliputi regulasi pemerintah, regulasi sosial, tindakan pemerintah, serta demografi sosio-keagamaan.
- kerukunan umat beragama
- indeks kota toleran 2025
- ikt setara institute
- salatiga kota toleran
- kota tegal
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Menko Pangan: Rekrutmen Massal Koperasi Desa Dorong Ekonomi Daerah
-
Geopolitik Memanas, Harga Melonjak: Saatnya RI Lepas dari Jerat Impor Pangan
-
Para Juara Thailand Masters Keok, Indonesia 0-2 Malaysia
-
Pemerintah Siapkan Perpres Hapus Piutang BPJS Kelas 3, Solusi Sosial atau Beban Fiskal Baru?
-
Buavita Luncurkan Dua Rasa Baru untuk Dukung Gaya Hidup Sehat dan Glowing Gen-Z
-
Wah Kok Terus Terulang: Korban Kejahatan Malah Menjadi Tersangka. Bagaimana Ini Pak Kapolri?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.