Jalan Terjal Sabalenka Memburu Sejarah

Rabu, 22 Apr 2026, 06:54 WIB

MADRID - Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka kembali menjadi pusat sorotan saat meanatap turnaman Madrid Open yang berlangsung 20 April - 3 Mei 2026 di kompleks Caja Mágica. Dalam performa nyaris sempurna, tanpa kekalahan selama hampir tiga bulan, petenis berusia 27 tahun itu mengusung misi besar. Dia ingin meraih gelar keempat di Madrid dan mengukuhkan diri sebagai pemegang rekor tunggal sepanjang masa.

Sabalenka datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menjuarai dua turnamen WTA 1000 terakhir di Indian Wells dan Miami. Saat ini dia sejajar dengan Petra Kvitova dengan tiga gelar Madrid, termasuk kemenangan atas Coco Gauff pada edisi tahun lalu. Namun, jalannya menuju sejarah dipastikan tidak mudah.

Ket. Foto: Aryna Sabalenka dari Belarus memukul bola balasan melawan Elena Rybakina dari Kazakhstan selama pertandingan final tunggal putri pada hari keempat belas turnamen tenis Australian Open di Melbourne. — Sumber: Paul Crock / AFP

Di bagan undian, Sabalenka berpotensi menghadapi lawan tangguh sejak awal. Dia akan membuka langkah melawan pemenang duel antara Peyton Stearns dan Lois Boisson. Ini dua nama yang memiliki rekam jejak kuat di lapangan tanah liat. Ancaman lain datang dari Naomi Osaka yang berpeluang bertemu di babak 16 besar, mengulang pertemuan mereka di Indian Wells.

Persaingan semakin sengit dengan hadirnya unggulan papan atas seperti Elena Rybakina, Iga Swiatek, dan Gauff. Swiatek, yang menundukkan Sabalenka di final 2024, kembali menjadi ancaman serius meski performanya musim ini belum mencapai puncak. Sementara itu, Rybakina datang dengan modal gelar dari Stuttgart, menambah kompleksitas perebutan titel di Madrid.

Di sektor lain, potensi duel menarik juga menghiasi turnamen. Gauff bisa bertemu kompatriotnya Jessica Pegula dalam perempat final. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.