Ini Strategi Visa dan Bank Mandiri Hadapi Tren Liburan Low Season 2026
Rabu, 22 Apr 2026, 21:30 WIBJAKARTA - Visa mengungkapkan bahwa perjalanan atau travel kini menjadi prioritas utama dalam pola belanja masyarakat Indonesia. Temuan ini berdasarkan studi Visa Green Shoots Radar yang menunjukkan 63 persen masyarakat menjadikan travel sebagai kategori anggaran utama.
Tren tersebut tetap bertahan meskipun masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Konsumen kini juga semakin strategis dalam memilih metode pembayaran, seperti menggunakan kartu kredit untuk transaksi besar dan kartu debit atau uang tunai untuk kebutuhan harian.
Laporan bersama Google dan Visa mengenai tren perjalanan Asia Tenggara 2026 mencatat pertumbuhan belanja digital travel sebesar 13,3 persen pada 2025. Angka ini melampaui pengeluaran untuk kebutuhan pokok seperti bahan makanan dan bahan bakar.
Perubahan perilaku wisatawan juga semakin terlihat dalam perencanaan perjalanan. Mereka cenderung memesan lebih awal, memilih periode di luar musim ramai, serta mencari destinasi alternatif untuk mendapatkan nilai lebih.
Menjawab tren tersebut, Visa berkolaborasi dengan Bank Mandiri dan Marriott Bonvoy menghadirkan Marriott Bonvoy® Mandiri Credit Card. Kartu ini dirancang untuk mengubah pengeluaran sehari-hari menjadi manfaat perjalanan melalui sistem poin loyalitas.
Pemegang kartu dapat mengumpulkan poin yang bisa ditukar dengan berbagai keuntungan seperti menginap gratis, upgrade kamar, hingga pengalaman eksklusif di jaringan hotel Marriott International di seluruh dunia. Fasilitas tambahan seperti akses lounge bandara juga menjadi nilai lebih bagi pengguna.
Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, menyebut travel kini menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat. Ia menilai perubahan perilaku ini mendorong kebutuhan solusi pembayaran yang lebih relevan.
"Perjalanan telah menjadi bagian penting dari cara masyarakat Indonesia hidup, terhubung, dan mengisi ulang energi," ujarnya.
Dari sisi perbankan, Director of Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menilai nasabah semakin mengutamakan pengalaman dalam gaya hidupnya. Kolaborasi ini dinilai mampu menghadirkan solusi yang terintegrasi dengan kebutuhan digital masyarakat.
Sementara itu, Vice President Marriott International kawasan APEC, Ramesh Daryanani, menyebut kerja sama ini memperluas akses pelanggan terhadap pengalaman menginap di berbagai destinasi global.
Respons positif juga datang dari para kreator konten perjalanan yang menilai kartu ini memberikan kemudahan serta nilai tambah. Fitur seperti akses lounge, sistem pembayaran digital, dan pengumpulan poin menjadi daya tarik utama.
Tren ini menunjukkan masyarakat Indonesia kini semakin terencana dan selektif dalam bepergian. Solusi yang mampu mengubah pengeluaran menjadi pengalaman dinilai akan semakin penting dalam mendukung gaya hidup travel ke depan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
GoWork Hadirkan Ruang Meeting Profesional di Jakarta, Fleksibel dan Lengkap!
-
UI Investigasi Dugaan Pelecehan Verbal 16 Mahasiswa FHUI
-
Mandiri Macro and Market Brief 2026
-
Momen Idul Adha 1447 H, Bank Mandiri Salurkan 2.529 Hewan Kurban ke ratusan titik di seluruh Indonesia
-
Bank Mandiri Bawa Semangat "More Than a Race" Lewat Livin Jakarta Run Road to MJM 2026
-
AS Memulai Blokade Pelabuhan Iran, Teheran Ancam akan Membalas
-
Udara Makin Panas, Berapa Derajat Suhu AC yang Disarankan Saat Musim Kemarau?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.