Berau Gerak Cepat Lindungi Pertanian dari Dampak Kemarau untuk Produksi Tetap Optimal

Rabu, 22 Apr 2026, 05:35 WIB

BERAU - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur melakukan perlindungan lahan pertanian dari kekeringan akibat kemarau yang diperkirakan mulai Mei 2026, sebagai upaya menjaga produksi padi dan hasil pertanian lain tetap optimal.

Hal yang dilakukan, seperti pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi sumber daya air, percepatan penerapan teknologi pertanian adaptif, dengan langkah-langkah mencakup penggunaan sistem irigasi efisien hingga program pompanisasi, guna menjaga ketersediaan air.

Ket. Foto: Padi di Berau — Sumber: antara foto

"Sejumlah langkah yang telah dilakukan di Berau antara lain perbaikan irigasi persawahan melalui sistem perpompaan, perpipaan, pembangunan embung, penyediaan pompa air, serta pembangunan parit dam di sawah," kata Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Berau, Selasa (21/4).

Selain itu, Pemkab Berau melakukan pemeliharaan irigasi tersier di empat kecamatan yang merupakan sentra produksi padi sawah, bahkan telah menyiapkan alat panen dan dryer dengan kapasitas 10 ton.

Sehari sebelumnya, saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Kekeringan Lahan oleh Kementerian Pertanian bersama seluruh kepala daerah di Auditorium Kantor Pusat Kementan, ia menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas daerah yang harus dilindungi dari dampak kemarau.

"Pemkab Berau komitmen mendukung langkah mitigasi yang telah dirumuskan bersama dengan Kementerian Pertanian. Tapi memang kadang muncul kendala, seperti adanya lahan sawah yang terdampak intrusi air laut sehingga tidak dapat dipanen," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Kementan ia sebut telah mengalokasikan anggaran untuk membantu penanganan permasalahan yang diajukan daerah, sehingga pemda diminta segera melengkapi administrasi sebagai syarat tindak lanjut bantuan yang saat ini tengah diproses oleh Pemkab Berau.

Ia juga mengatakan bahwa Pemkab Berau siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, termasuk memperkuat langkah mitigasi di lapangan agar dampak kemarau panjang dapat diminimalisir.

Melalui rakor ini diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, sehingga ketahanan pangan tetap terjaga dan kesejahteraan petani dapat terlindungi di tengah ancaman kemarau panjang yang diperkirakan menjadi salah satu yang terpanas tahun ini.

"Rakor kemarin membahas langkah strategis menghadapi potensi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung Mei hingga Oktober 2026. Pemerintah pusat menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini untuk meminimalkan dampak kekeringan, khususnya terhadap sektor pertanian," kata dia.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Inovasi Investasi dan Layanan Privilege Antarkan Danamon Raih Dua Penghargaan

Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT

Purbaya: Insentif Motor Listrik Sudah Bisa Berlaku Mulai September 2026

7.000 Warga Pulau Palue Butuh Air Bersih, KemePU Kerahkan Tandon dan Survei Geolistrik

Gempa Flores Rusak 4 Pasar Tradisional, Mendag: Pasar Inpres Ruteng Ditutup Sementara

OT Group Konsisten Gelar Upacara Kemerdekaan di Pabrik dan Depo

LG Perkuat Pemasaran WashTower, Gandeng Dealer Spesialis untuk Perluas Edukasi Konsumen

Nelayan Kendari Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi dan Angin Kencang pada 19 hingga 22 Agustus 2026

KAI Bangun 8 Tower Rusun MBR di Manggarai, Harga dan Skema Kredit Jadi Sorotan

Triwulan II-2026, Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbun 5,65%

InJourney Destination Bantu Rehab Rumah Nenek Kroniah di Sleman Agar Layak Huni

Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

Pascagempa di NTT, Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di Flores dan Sekitarnya Tetap Beroperasi Normal

Sumatera Utara Diprediksi BMKG Masih Berpotensi Hujan Sepekan ke Depan

Sejarah Mencatat! Akan Ada Pemain Indonesia Pertama Berlaga di Liga Champions

Dari Rumah Kontrakan Menuju Kemandirian Finansial: Perjalanan Inspiratif Seblak Ngapak Bali

Update Transfer Sementara Liga Jerman: Saibari Ditebus Bayern dari PSV Eindhoven, Segini Harganya!

Minim Tempat Rehabilitasi Narkoba, DPRD DKI Dorong Rumah Sakit Khusus

TNI Kerahkan 29 Alutsista dan 122 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Polisi Amankan 21 Pengunjuk Rasa di Jakarta akibat Bawa Barang Berbahaya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.