PLTS Atap 1,3 GW Jadi Kunci, Indonesia Percepat Energi Ramah Lingkungan
Selasa, 21 Apr 2026, 18:40 WIBJAKARTA â Percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih mencerminkan pergeseran fundamental dalam strategi pembangunan, dari ketergantungan pada energi fosil menuju sumber yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi.
Dorongan ini tidak hanya dipicu oleh komitmen pengurangan emisi, tetapi juga oleh kebutuhan menjaga ketahanan energi di tengah volatilitas harga global.
Namun, akselerasi ini menuntut kesiapan struktural, mulai dari investasi infrastruktur, penguatan regulasi, hingga transformasi industri dan tenaga kerja.
Tanpa perencanaan yang matang, transisi berisiko menimbulkan tekanan biaya jangka pendek, terutama bagi sektor yang masih bergantung pada energi konvensional.
Karena itu, keseimbangan antara ambisi lingkungan dan stabilitas ekonomi menjadi kunci agar transisi energi tidak hanya cepat, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), dan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) bekerja sama meluncurkan 1,3 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebagai upaya percepatan transisi energi yang lebih bersih di Tanah Air.
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ahmad Amiruddin di Jakarta, Selasa (21/4), mengatakan hal ini menandai capaian dan fondasi awal menuju visi pengembangan 100 GW energi surya nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Asta Cita.
âPengembangan PLTS 100 GW merupakan langkah strategis yang sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi, memperkuat hilirisasi, dan mendorong kemandirian energi nasional,â kata Ahmad.
Lebih lanjut, ia mengatakan inisiatif peluncuran 1,3 GW PLTS Atap ini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, antara lain mendukung implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 dan peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT).
Selain itu, langkah ini sekaligus mendukung visi perluasan akses energi bersih dan pengembangan 100 GW tenaga surya dan penyimpanan energi melalui inisiatif nasional berbasis desa dan koperasi, serta memperkuat daya saing industri nasional melalui energi yang lebih efisien dan rendah emisi.
Lebih lanjut, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto menambahkan peluncuran 1,3 GW PLTS Atap juga selaras dengan upaya untuk mempersiapkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi masa depan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama transisi energi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
âKe depan, kolaborasi dalam pengembangan PLTS Atap diharapkan semakin luas dan dapat mempercepat pemanfaatan energi surya di berbagai sektor,â kata Adi.
âDengan dukungan berbagai pihak, Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai target pengembangan energi surya nasional sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam transisi energi di kawasan ASEAN,â ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari menekankan bahwa energi surya bukan lagi potensi, tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis nasional sehingga perlu didukung dengan kerja sama berbagai pemangku kepentingan terkait.
âDengan dukungan ekosistem industri yang semakin matang, AESI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat implementasi PLTS dan mewujudkan target transisi energi Indonesia,â kata Mada.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Penunjang Ibadah Ramadan Anda, Muslim Pro Hadirkan Aplikasi Gaya Hidup Muslim
-
Kapolri Tinjau Posko Pengungsian di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan ke Korban Bencana
-
Revisi UU TNI Dinilai Minim Partisipasi Publik
-
Kemenhub Penguatan Keamanan Penerbangan Perintis di Papua
-
Seorang Driver "Online" Bantu Persalinan Darurat Penumpang di Perjalanan, Bagaimana Ceritanya?
-
Pencinta Bulu Tangkis Dikecewakan, Jarang Ada Siaran Langsung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.