Korut Uji Bom Tandan dalam Peluncuran Misil Balistik Terbaru

Selasa, 21 Apr 2026, 02:30 WIB

SEOUL - Korea Utara (Korut) telah menguji bom tandan dalam peluncuran misil balistik permukaan-ke-permukaan terbarunya, yang dipantau langsung oleh pemimpin Kim Jong-un, menurut laporan media pemerintah pada Senin (20/4).

Kantor berita KCNA menerbitkan laporan peluncuran misil balistik taktis Hwasong-11 Ra sehari setelah militer Korea Selatan (Korsel) mendeteksi beberapa misil balistik jarak pendek yang diluncurkan ke arah Laut Timur sekitar pukul 06.10 pagi dari daerah Sinpho di Korut.

Ket. Foto: Foto yang dirilis kantor berita KCNA pada Senin (20/4) memperlihatkan uji peluncuran misil balistik oleh Korut dari sebuah lokasi rahasia. KCNA melaporkan bahwa dalam uji coba ini, Korut telah menguji misil berhulu hulu ledak bom tandan. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

KCNA mengatakan tujuan peluncuran uji coba misil tersebut adalah untuk mengevaluasi kekuatan hulu ledak bom tandan dan hulu ledak ranjau fragmentasi yang dipasang pada sistem senjata tersebut.

“Lima misil berhasil menghantam area sasaran di dekat sebuah pulau seluas sekitar 13 hektar eyang berjarak sekitar 136 kilometer, dengan kepadatan sangat tinggi, yang sepenuhnya menunjukkan kemampuan tempur misil-misil tersebut,” laporan KCNA.

Foto-foto yang dirilis menunjukkan putri Kim Jong-un yang bernama Kim Ju-ae, yang diyakini sedang dipersiapkan sebagai penerus pemimpin Korut, mendampinginya pada uji coba senjata pada Minggu (19/4).

Bom tandan melepaskan puluhan hingga ratusan submunisi, memungkinkan bom tersebut menyerang banyak target di area yang luas. Senjata ini telah digunakan oleh Iran dalam konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung, dan menimbulkan tantangan bagi sistem pertahanan udara Israel.

Konvensi tentang Amunisi Klaster melarang penggunaan, produksi, dan transfer amunisi klaster, dengan alasan risiko yang ditimbulkan oleh submunisi tersebut terhadap warga sipil selama dan setelah serangan.

Lebih dari 100 negara telah bergabung dengan konvensi tersebut, tetapi banyak negara kekuatan besar seperti Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Russia, Korut, Korsel, Iran, dan Israel, tak berpihak pada konvensi itu.

KCNA melaporkan bahwa Kim Jong-un menyatakan kepuasan yang besar atas uji coba peluncuran tersebut, dengan mengatakan uji ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan serangan dengan kepadatan tinggi untuk menumpas area target tertentu, serta kemampuan serangan dengan presisi tinggi.

"Pengembangan dan pengenalan berbagai jenis hulu ledak bom tandan dapat memenuhi kebutuhan operasional Tentara Rakyat Korea dengan cara yang lebih memuaskan dan efektif," imbuh laporan KCNA.

Dikecam

Pemimpin Korut tersebut juga mendorong kelompok-kelompok penelitian ilmiah yang bertanggung jawab atas pengembangan senjata, dan menyatakan harapan bahwa mereka akan melanjutkan upaya penting mereka untuk memperoleh dan memperbarui berbagai teknologi ultramodern yang diperlukan untuk kesiapan tempur tentara Korut.

Peluncuran pada hari Minggu itu menyusul uji tembak beberapa misil balistik jarak pendek oleh Korut pada 8 April lalu. Media pemerintah pada saat itu mengatakan bahwa negara tersebut menguji tembak misil balistik taktis yang dilengkapi dengan hulu ledak bom tandan, dan mengklaim bahwa misil tersebut dapat menghancurkan hingga menjadi abu area target dengan kepadatan daya tertinggi.

Kantor Keamanan Nasional Korsel mengecam peluncuran misil terbaru Korut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dan menyerukan penghentian segera provokasi misil Korut.

Yoon Min-ho, juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, menilai bahwa uji coba peluncuran tersebut tampaknya merupakan bagian dari upaya Korut untuk memajukan rencana pengembangan pertahanan yang diadopsi pada kongres kesembilan Partai Buruh Korea yang berkuasa baru-baru ini.

Selama kongres tersebut, Kim Jong-un menyerukan penguatan pengerahan peluncur roket multilaras dan misil taktis untuk melawan Korsel, ungkap Yoon. Yonhap/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.