Marcos Jr Desak Asean Aktifkan Pakta Berbagi BBM

Kamis, 16 Apr 2026, 02:15 WIB

MANILA – Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, pada Rabu (15/4) menyerukan pengaktifan dan pengujian segera Perjanjian Keamanan Minyak Asean (APSA), dengan mengatakan bahwa perjanjian tersebut harus diimplementasikan saat terjadi krisis minyak akibat konflik di Timur Tengah.

Berbicara di KTT daring Asia Zero Emission Community Plus yang diselenggarakan oleh Jepang, Presiden Marcos Jr mengatakan bahwa penutupan jalur pelayaran telah mengungkap kerentanan ekonomi Asia yang sangat bergantung pada impor minyak bumi.

Ket. Foto: Ferdinand Marcos Jr — Sumber: AFP/EZRA ACAYAN

Presiden Marcos Jr pun menawarkan Filipina sebagai tuan rumah atau ketua bersama latihan simulasi darurat APSA pertama, dengan mengatakan bahwa mekanisme tersebut sudah ada dan harus diuji sekarang.

Marcos Jr juga menyarankan studi regional tentang penimbunan minyak bersama. “Filipina mempercepat pengembangan cadangan minyak strategis domestik yaitu penyangga fisik yang dikendalikan pemerintah yang dimaksudkan untuk menyerap guncangan ketika pasar komersial gagal,” ucap Presiden Filipina itu.

Dia mengatakan telah meminta perusahaan bahan bakar untuk memiliki cadangan darurat yang lebih besar, termasuk menaikkan stok wajib minyak bumi menjadi 30 hari dari 15 hari dan gas petroleum cair menjadi 21 hari dari tujuh hari.

Presiden Marcos Jr juga mengatakan Filipina sedang mengejar strategi pengadaan minyak yang dikalibrasi risiko untuk mengurangi ketergantungan yang besar pada jalur pasokan dan titik-titik rawan di Timur Tengah.

Terakhir, Presiden Marcos Jr mendorong negara-negara peserta untuk menetapkan mekanisme pengakuan bersama atas protokol alokasi bahan bakar darurat sehingga ketika suatu negara menghadapi krisis, proses untuk menerima bantuan sudah jelas dan tidak ada waktu yang terbuang untuk penundaan administratif. SB/ST/Inquirer/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.