Atletico dan PSG Menatap Final

Kamis, 16 Apr 2026, 06:39 WIB

PARIS - Atletico Madrid dan Paris Saint-Germain tampil sebagai pemenang di panggung Liga Champions. Mereka menyingkirkan lawan-lawan dari klub besar dan siap melewati babak semifinal untuk mencapai final.

Harapan Atletico Madrid untuk menaklukkan Liga Champions kembali menguat. Pelatih Diego Simeone menegaskan tim asuhannya kini siap meraih kejayaan setelah menyingkirkan Barcelona dan melangkah ke semifinal. Meski kalah 1-2 dalam laga leg kedua perempat final di Madrid, Rabu (15/4) dini hari WIB, tetap melaju. Sebab dia menang 2-0 di leg pertama.

Ket. Foto: Bek Atletico Madrid, Robin Le Normand (tengah), dan rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan setelah pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions UEFA antara Club Atletico de Madrid dan FC Barcelona di Stadion Metropolitano di Madrid, Rabu (14/4). — Sumber: Javier SORIANO / AFP

Ini memastikan agregat 3-2 bagi Los Rojiblancos. Ini menjadi langkah penting bagi klub yang belum pernah mengangkat trofi paling prestisius di Eropa tersebut. Di babak empat besar, Atletico akan menghadapi pemenang antara Arsenal atau Sporting Lisbon.

“Kami akan melangkah dengan harapan penuh dan keyakinan total. Kami tahu kekuatan dan kelemahan sendiri,” ujar Simeone. Tim Kami siap mengejar yang telah diimpikan bertahun-tahun. Simeone, yang telah memimpin Atletico selama 14 tahun, pernah membawa klub ini ke final 2014 dan 2016, namun keduanya berakhir pahit, dikalahkan rival sekota Real Madrid.

Kini, dia melihat semangat baru dalam skuadnya. “Kami telah berkali-kali memulai ulang, dan sekarang kembali berada di antara empat tim terbaik Eropa,” ujarnya. Penyerang senior Antoine Griezmann menegaskan mentalitas timnya menjadi kunci. Sempat tertinggal gol cepat Lamine Yamal dan Ferran Torres, Atletico bangkit lewat gol penentu Ademola Lookman.

“Kami percaya bisa mencetak gol dengan dukungan suporter dan kualitas tim,” ujar Griezmann. Ini laga yang indah tapi sulit. Atletico berhasil melewatinya. Di kubu lawan, pelatih Hansi Flick merasa tim asuhannya pantas melaju. Dia menyoroti dominasi Barcelona di babak pertama, namun mengakui kegagalan memaksimalkan peluang. “Kami harus mencetak lebih banyak gol. Kami kebobolan pada momen yang tidak diduga,” ujarnya.

Flick juga menyoroti disiplin tim asuhannya, setelah dua laga diwarnai kartu merah untuk Pau Cubarsi dan Eric Garcia. “Kami tim muda, dan harus belajar dari situasi ini. Kami akan berkembang musim depan,” ujarnya. Sementara itu, di Anfield, Paris Saint-Germain menunjukkan kedewasaan sebagai juara bertahan. Kemenangan 2-0 atas Liverpool memastikan agregat telak 4-0 dan tiket semifinal.

Bintang utama Ousmane Dembele menjadi pahlawan dengan dua gol. Dia menegaskan pentingnya kerja keras dalam laga besar. “Tidak ada pertandingan mudah di Liga Champions,” ujarnya.

PSG sempat berada di bawah tekanan hebat, terutama di babak kedua saat Liverpool mencatatkan 21 percobaan. Namun ketenangan dan disiplin membuat tim asuhan Luis Enrique tetap kokoh. “Kami mengontrol laga di babak pertama, dan tahu akan mendapat peluang lewat serangan balik,” ujar Enrique. Secara keseluruhan, PSG pantas lolos.

PSG kini mencapai semifinal untuk tiga musim beruntun di bawah Enrique. Ini sebuah konsistensi yang sebelumnya jarang diraih. Di fase berikutnya, mereka akan menghadapi pemenang duel antara Real Madrid dan Bayern Munich. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.