Dedi Mulyadi: Gen Z Lebih Baik Beli Rumah daripada Gelar Pesta Pernikahan Mewah
Selasa, 14 Apr 2026, 05:05 WIBBandung - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mendorong pasangan generasi muda di wilayahnya untuk mengutamakan kepemilikan hunian dibandingkan pengeluaran besar untuk seremoni pernikahan.
Dedi mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak menjadi fondasi penting dalam membangun stabilitas ekonomi rumah tangga jangka panjang.
âDaripada habis untuk pesta yang hanya semalam, lebih baik digunakan untuk memiliki rumah. Menjadi raja semalam di pelaminan tidak sebanding dengan kepastian memiliki tempat tinggal,â katanya di Bandung, Senin (13/4).
Ia menilai fenomena pasangan muda yang mengalokasikan biaya besar untuk pesta pernikahan kerap menimbulkan beban finansial dan mendorong praktik âbank emokâ yang berpotensi memicu tekanan ekonomi dan psikologis setelah pernikahan.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Jawa Barat terus mendorong kebijakan yang berpihak pada penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya generasi muda, guna memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di daerah.
Dirinya juga menyebut perlu adanya perubahan orientasi dalam memulai kehidupan rumah tangga, yakni dengan mengalihkan dana pernikahan untuk kebutuhan yang lebih produktif seperti uang muka perumahan.
âUntuk urusan perumahan, saya mengajak Gen Z yang mau menikah agar tidak perlu menggelar pesta besar atau seserahan dengan dana pinjaman, apalagi dari âbank emokâ," jelasnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu melaksanakan akad nikah secara sederhana, termasuk di Kantor Urusan Agama (KUA), sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga baru.
"Lebih baik akad sederhana di KUA, lalu langsung menempati rumah sendiri meski masih mencicil,â tambahnya.
Menurut Dedi, kepemilikan aset properti sejak dini, meskipun melalui skema cicilan yang terukur, akan membantu menciptakan stabilitas finansial yang lebih baik di masa depan.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang mengedepankan gengsi, seperti penggunaan pengawalan atau dekorasi berlebihan jika dibiayai dari utang.
"Ketahanan keluarga dimulai dari fondasi ekonomi yang sehat dan rumah yang layak,â tutupnya.
- Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hujan Tinggi hingga Maret 2026, BPBD Kaltim Perketat Kesiapsiagaan Bencana
-
Isu Greenland Memanas, Menlu Tegaskan RI Tetap Non-Blok
-
Banding Ditolak ICC, Duterte Tetap Ditahan
-
Messi Sedih Kehilangan Busquets dan Alba
-
Polda Papua Barat Operasikan Dapur SPPG 3T di Kampung Wamesa Kaimana
-
Pakar Energi Unpad Usulkan Indonesia Impor Minyak dari Amerika Serikat Akibat Konflik Iran-Israel
-
Semeru Berstatus Awas, Aktivitas Penambangan Pasir di Lumajang Dihentikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.