Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi Papua Barat Dijamin Transparan

Senin, 13 Apr 2026, 12:52 WIB

MANOKWARI – Transparansi terus dipromosikan di dalam dinas pendidikan. Ini termasuk dalam proses seleksi beasiswa. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Papua Barat memastikan proses seleksi beasiswa afirmasi pendidikan tinggi tahun 2026 berlangsung transparan tanpa intervensi pihak manapun, karena seluruh tahapan dilakukan secara mandiri oleh peserta.

Kepala Disdik Papua Barat Barnabas Dowansiba di Manokwari, Senin, mengatakan proses pendaftaran hingga seleksi menggunakan metode daring guna menjamin transparansi dan akuntabilitas sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Ket. Foto: beasiswa perguruan tinggi — Sumber: ist

“Kami dari dinas tidak pernah intervensi. Pengisian formulir pendaftaran sampai tes itu secara online. Kelulusan juga ditentukan pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah,” kata Barnabas.

Ia menjelaskan, peran Dinas Pendidikan baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota hanya sebatas melakukan pendampingan serta pendataan terhadap seluruh peserta yang mengikuti program beasiswa afirmasi tersebut.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengalokasikan kuota beasiswa afirmasi tahun 2026 untuk Provinsi Papua Barat sebanyak 700 peserta yang kemudian didistribusikan ke tujuh kabupaten.

“Kami imbau calon peserta memilih jurusan yang sesuai kemampuan. Sistem akan otomatis mengeliminasi, karena itu penting bagi peserta menentukan pilihan berdasarkan kapasitas,” ucap Barnabas.

Sekretaris Disdik Papua Barat Sudjanti Kamat menjelaskan, pendaftaran beasiswa afirmasi pendidikan tinggi telah dibuka sejak 27 Februari hingga 22 Mei 2026 atau lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu bertujuan menyelaraskan jadwal Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), mencegah keterlambatan penempatan mahasiswa yang lolos, dan mempertimbangkan proses seleksi bertahap dari daerah hingga pusat.

"Tahun-tahun lalu itu banyak yang sudah lulus afirmasi, tetapi lulus juga di jalur seleksi lain, akhirnya mereka tinggalkan afirmasi," ujarnya. Menurut dia, perubahan jadwal tersebut memberikan kesempatan secara merata bagi generasi muda asli Papua Barat untuk mengakses dan memanfaatkan jalur beasiswa afirmasi secara maksimal.

Calon penerima beasiswa afirmasi yang dinyatakan lulus seleksi terlebih dahulu mengikuti pembekalan di daerah, sehingga tidak mengalami kesulitan ketika masuk ke jenjang perguruan tinggi. "Jadi silakan pilih jalur beasiswa mana yang diinginkan. Aksesnya sudah lebih luas dan merata," kata Sudjanti.

  • Beasiswa
  • bgn papua barat

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.