Survei Indikator Ungkap Tingkat Kepuasan Publik Mudik 2026 Capai 85,3 Persen

Minggu, 12 Apr 2026, 22:30 WIB

JAKARTA – Sebanyak 85,3 persen masyarakat menyatakan puas terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Pendiri sekaligus peneliti utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi, menyebut capaian tersebut menunjukkan tingginya apresiasi publik terhadap penyelenggaraan mudik tahun ini.

"Sebanyak 85,3 persen responden menyatakan puas terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Angka ini mencerminkan penilaian positif terhadap kelancaran dan keselamatan perjalanan," ujar dia dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (12/4).

Ket. Foto: — Sumber: Dokumentasi Jasa Marga

Selain itu, sebanyak 79,8 persen responden menilai angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik mengalami penurunan. Penilaian tersebut, kata dia, mencakup kejadian ringan hingga fatal yang sebelumnya menjadi perhatian setiap musim mudik.

Pengamat sosial Universitas Indonesia Devie Rahmawati menilai penurunan kecelakaan tidak terjadi secara kebetulan. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan sistem keselamatan yang berjalan secara terkoordinasi di berbagai lini.

"Penurunan angka kecelakaan lalu lintas merupakan hasil dari bekerjanya ekosistem keselamatan yang terkoordinasi. Ini tidak hanya bergantung pada satu atau dua aktor, tetapi merupakan desain sistem yang saling mendukung," ujar dia.

Ia menjelaskan salah satu faktor utama berasal dari kebijakan dan infrastruktur yang disiapkan berbagai pemangku kepentingan. Rekayasa lalu lintas hingga pemanfaatan teknologi ETLE menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan perjalanan.

Faktor berikutnya terlihat dari kehadiran negara melalui Operasi Ketupat 2026 di berbagai titik strategis jalur mudik. Kehadiran petugas di lapangan dinilai mampu meningkatkan rasa aman sekaligus kewaspadaan pengguna jalan.

"Ketika masyarakat melihat kehadiran petugas secara nyata di lapangan, itu meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Hal ini menurunkan potensi pelanggaran serta memberikan rasa aman bahwa negara hadir," kata dia.

Selain peran pemerintah, peningkatan kesadaran masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman. Perilaku berkendara yang lebih tertib turut melengkapi kebijakan serta pengawasan yang telah diterapkan.

Devie juga menilai pemanfaatan teknologi oleh Polri membantu masyarakat memperoleh informasi perjalanan secara real time. Informasi tersebut dinilai memudahkan masyarakat dalam menentukan waktu dan rute perjalanan yang lebih aman.

"Keselamatan dan kelancaran mudik bukan hanya hasil kerja negara, tetapi juga gotong royong. Kebijakan, kehadiran negara, serta kesadaran masyarakat menjadi kunci utama," ujar dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.