- Home
-
- Megapolitan
-
- Halalbihalal di Kota Tua J...
Halalbihalal di Kota Tua Jadi Simbol Kekuatan Ekonomi dan Toleransi Jakarta
Minggu, 12 Apr 2026, 00:05 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno menghadiri acara halalbihalal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama masyarakat di Taman Fatahillah, Jakarta Barat, Sabtu (11/4) malam. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus menegaskan nilai toleransi di tengah keberagaman ibu kota.
Acara yang digelar di kawasan Kota Tua tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat. Kehadiran warga dari beragam latar belakang menunjukkan kuatnya semangat persatuan di Jakarta.
Rano Karno menyampaikan bahwa halalbihalal menjadi ruang kebersamaan yang terbuka bagi semua kalangan. Ia menekankan Jakarta sebagai kota yang merangkul seluruh warganya tanpa memandang perbedaan.
"Jakarta adalah kota yang merangkul semua. Kota ini membuka ruang bagi setiap warganya untuk setara, merasa memiliki, dan tidak merasa asing di kotanya sendiri," ujarnya.
Ia menambahkan, pemilihan Taman Fatahillah sebagai lokasi acara memiliki nilai historis dan simbolis. Kawasan tersebut dinilai mencerminkan akar budaya Jakarta sekaligus arah masa depan kota.
"Jakarta terus menunjukkan wajahnya sebagai kota yang hidup dalam keberagaman melalui berbagai perayaan lintas iman dan budaya, seperti Christmas Carol, Imlek, Festival Ogoh-Ogoh, hingga Jakarta Beduk," lanjutnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan suasana penuh kegembiraan. Hal ini mencerminkan kuatnya nilai toleransi serta kebersamaan yang terjaga di tengah masyarakat.
"Dari harmoni sosial tersebut, Jakarta kini diakui sebagai salah satu kota teraman di Asia Tenggara, bahkan menempati posisi kedua. Capaian ini lahir dari kedewasaan warga serta sikap saling menghormati," katanya.
Rano juga mengungkapkan keberhasilan penyelenggaraan Jakarta Festive Wonders 2026 yang berdampak signifikan terhadap perekonomian. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan agen perjalanan.
Total transaksi dalam kegiatan tersebut mencapai Rp67,5 triliun. Selain itu, program "Mudik ke Jakarta" turut mencatat perputaran ekonomi sebesar Rp20 miliar.
"Hal ini menunjukkan Jakarta tetap menjadi destinasi yang menarik dan dipercaya, serta terus menggerakkan aktivitas ekonomi dan sosial," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Jakarta bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dijaga. Menurutnya, nilai kebersamaan menjadi kunci dalam merawat kota.
"Maka, Jakarta bukan hanya tempat kita tinggal, tetapi juga amanah yang harus kita rawat bersama. Kita menjaganya dengan kasih, hormat, dan tanggung jawab," pungkasnya.
- Kota Tua
- Pemprov DKI Jakarta
- Halalbihalal
- Kawasan Kota Tua
- Festival
- Event Jakarta
- kota tua jakarta
- Taman Fatahillah
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM
-
Kawasan Kota Tua Direvitalisasi, Bakal Ada Trem Listrik dan Zona Rendah Emisi
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
PKL di Kota Tua Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.