Indonesia dan Sejumlah Negara Mengutuk Keras Serangan ke UNIFIL

Jumat, 10 Apr 2026, 11:51 WIB

JAKARTA - Indonesia dan negara kontributor Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mengutuk keras serangan terus-menerus terhadap UNIFIL yang mengakibatkan gugurnya tiga orang penjaga perdamaian Indonesia dan melukai beberapa penjaga dari negara lain.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Jumat (10/4), hal itu disampaikan oleh Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi, saat membacakan “Joint Statement on the Safety and Security of Peacekeepers” di Markas PBB New York pada 9 April 2026.

Ket. Foto: Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dubes Umar Hadi (tengah), membacakan “Joint Statement on the Safety and Security of Peacekeepers” di Markas PBB New York, Kamis (9/4/2026). — Sumber: Kemlu RI

Pernyataan bersama itu diinisiasi oleh Indonesia yang didukung oleh negara-negara kontributor pasukan UNIFIL dan sejumlah negara anggota lainnya.

“Kami mengutuk keras serangan terus-menerus terhadap UNIFIL, termasuk serangan serius terbaru yang menelan korban jiwa tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia dan melukai beberapa pasukan penjaga perdamaian lainnya dari Prancis, Ghana, Indonesia, Nepal, dan Polandia,” demikian isi pernyataan bersama itu.

Pernyataan bersama itu juga mengatakan bahwa negara-negara kontributor pasukan UNIFIL bersama negara anggota lainnya dan Uni Eropa menyatakan keprihatinan mendalam atas peningkatan ketegangan di Lebanon sejak 2 Maret 2026 dan dampaknya terhadap keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Mereka menegaskan kembali dukungan penuh terhadap UNIFIL dan mandatnya seperti yang tercantum dalam resolusi Dewan Keamanan yang relevan, dan mendesak semua pihak untuk mengambil semua tindakan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan tempat pasukan penjaga perdamaian sesuai dengan hukum internasional.

“Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar, dan kami mendesak PBB dan Dewan Keamanan untuk menggunakan semua alat yang tersedia untuk memperkuat perlindungan pasukan penjaga perdamaian PBB dalam lingkungan yang semakin berbahaya,”kata pernyataan bersama itu.

Mereka juga menyerukan kepada PBB untuk terus menyelidiki semua serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dengan cepat, transparan, dan komprehensif, serta terus menginformasikan kepada negara kontributor tentang kemajuan penyelidikan, menekankan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu harus dimintai pertanggungjawaban.

Selain itu, pernyataan bersama itu juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi keamanan di Lebanon, terutama banyaknya korban sipil, kerusakan infrastruktur sipil yang luas, dan pengungsian massal lebih dari satu juta orang.

“Kami menyerukan kepada para pihak untuk segera kembali pada kesepakatan penghentian permusuhan tahun 2024 dan menghormati Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006),” menurut pernyataan bersama itu.

Mereka juga menyerukan penghentian permusuhan di Lebanon, deeskalasi ketegangan, dan agar semua pihak kembali ke meja perundingan, serta menegaskan kembali komitmen kuat terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah, dan persatuan Lebanon.

Mereka juga memberikan penghormatan kepada dedikasi dan pengabdian semua pasukan penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa demi perdamaian dan keamanan internasional dan menyampaikan apresiasi kepada semua negara kontributor pasukan.

Sebanyak 73 negara dan pengamat PBB telah bergabung dalam pernyataan bersama itu dengan pembacaan pernyataan turut dihadiri oleh perwakilan negara lain seperti Inggris, Rusia, China, Pakistan, Bahrain, Spanyol, dan Malaysia.

  • UNIFIL

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.