Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kabupaten Gowa Perkuat Komitmen Tekan Stunting dan Cegah Perkawinan Anak

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 23:22 WIB | Oleh:
Pemerintah Kabupaten Gowa Perkuat Komitmen Tekan Stunting dan Cegah Perkawinan Anak Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sosialisasi stunting serta mencegah kawin anak melalui kolaborasi lintas sektor di Gowa, Kamis (9/4).

Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terus menggelar sosialisasi sekaligus menunjukkan komitmen dalam menekan angka stunting dan mencegah perkawinan anak melalui kolaborasi lintas sektor.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri Halal Bihalal dan Sosialisasi Cegah Kawin Anak dan Stunting untuk Gowa Maju dilaksanakan melalui kolaborasi Ikatan Penyuluh Agama RI di Gowa, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kita sedang menentukan masa depan Kabupaten Gowa. Kawin anak dan stunting bukan sekadar angka atau laporan, tetapi persoalan mendasar yang menentukan apakah generasi kita ke depan akan kuat atau justru lemah,” ujarnya.

Ia menjelaskan perkawinan anak tidak hanya merampas masa depan anak, tetapi juga berpotensi melahirkan generasi stunting.

Menurut dia, kondisi ini menjadi lingkaran masalah yang harus segera diputus.

“Kawin anak menghentikan pendidikan dan memaksa anak memikul tanggung jawab sebelum waktunya. Bahkan kawin anak membuka pintu lahirnya generasi stunting. Inilah lingkaran yang harus kita putus sekarang,” katanya.

Dirinya menyebut saat ini masih ditemui pernikahan di bawah umur di lapangan, bahkan hingga menyebabkan kehamilan.

Oleh karena itu, dia meminta peran aktif KUA untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Ia mengajak seluruh KUA untuk ke wilayah terpencil melakukan sosialisasi tentang bahaya pernikahan di bawah umur karena berpeluang melahirkan anak stunting.

Husniah mengaku stunting berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan, di mana anak yang mengalami stunting berisiko lemah dalam kemampuan belajar, rendah produktivitas, dan kalah bersaing.

“Perang melawan kawin anak dan stunting bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas kita semua. Saya berharap ibu-ibu majelis taklim tidak hanya hadir, tetapi menjadi penggerak perubahan menyampaikan bahwa menikah harus siap, bukan sekadar cepat, dan anak harus tumbuh sehat, bukan sekadar tumbuh,” katanya.

Ketua panitia kegiatan itu yang juga Penyuluh Agama Islam Kecamatan Somba Opu Fatmawati menyampaikan pentingnya perhatian pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dalam upaya menekan angka stunting.

“Peran organisasi perempuan dan majelis taklim sangat penting dalam melakukan sosialisasi pencegahan kawin anak dan stunting untuk mewujudkan Gowa maju. Hari ini kita lakukan itu sekaligus berhalalbihalal setelah Lebaran,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.