Fajar/Fikri Siap Hadapi Tekanan Tuan Rumah

Kamis, 09 Apr 2026, 06:39 WIB

JAKARTA - Kemenangan mudah di laga pembuka tak lantas membuat langkah pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menjadi ringan. Justru di babak 16 besar Kejuaraan Asia 2026, keduanya dihadapkan pada ujian sesungguhnya menghadapi pasangan tuan rumah yang tengah menanjak performanya.

Di pertandingan babak 32 besar di Ningbo Olympic Sports Center, Rabu (8/4), Fajar/Fikri tampil dominan saat menyingkirkan wakil Uni Emirat Arab, Dev Ayyappan/Dhiren Ayyappan. Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-12 dan 21-9 dalam laga yang berlangsung relatif singkat.

Ket. Foto: Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026 di Ningbo Olympic Sports Center, China, Rabu (8/4). — Sumber: Foto PP PBSI

Meski hasil terlihat meyakinkan, Fajar mengakui pertandingan tersebut lebih dimanfaatkan sebagai ajang adaptasi. Setelah absen sekitar satu bulan usai All England, dia masih berupaya mengembalikan sentuhan permainan sekaligus menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan.

“Kami lebih fokus mencari feeling dulu, meraba kondisi lapangan dan shuttlecock,” ujar Fajar. Hal senada diungkapkan Fikri yang menilai aspek kebugaran tetap harus dijaga. Ia menegaskan pentingnya pemulihan cepat jelang laga berikutnya yang dipastikan lebih menguras tenaga dan konsentrasi.

Tantangan berat itu datang dari pasangan Tiongkok, Chen Bo Yang/Liu Yi, yang akan menjadi lawan di babak 16 besar. Secara peringkat, Fajar/Fikri unggul sebagai peringkat lima dunia, lawan berada di posisi ke-15. Namun, statistik tersebut tak sepenuhnya mencerminkan kekuatan sebenarnya.

Chen/Liu merupakan runner-up Kejuaraan Asia edisi sebelumnya dan tengah berada dalam tren positif. Mereka sukses mencapai semifinal All England 2026 serta keluar sebagai juara German Open tahun yang sama. Dengan dukungan publik tuan rumah, pasangan ini berpotensi menjadi batu sandungan serius.

Fajar pun menyadari kualitas lawan yang akan dihadapi. “Mereka finalis tahun lalu, pasti kepercayaan dirinya tinggi. Kami harus siap sejak awal,” katanya. Persiapan matang menjadi kunci. Fajar/Fikri berencana evaluasi teknis, berdiskusi dengan pelatih, serta menganalisis permainan lawan melalui rekaman video guna menyusun strategi terbaik.

Laga babak 16 besar yang digelar Kamis (9/4) diprediksi berlangsung ketat. Konsistensi dan kesiapan mental akan menjadi penentu apakah pasangan Indonesia ini mampu melangkah lebih jauh. Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani membuka langkah dengan meyakinkan karena juga mendapat lawan ringan.

Ia mengalahkan wakil Uni Emirat Arab, Prakriti Bharath, dua gim langsung 21-3, 21-7. Putri tampil dominan sejak awal, meski mengaku masih dalam proses menemukan ritme permainan. Berbekal hasil positif di tur Eropa, ia kini membidik target medali.

Sementara itu, Jonatan Christie juga melaju ke babak 16 besar setelah menundukkan Leong Jun Hao (Malaysia) dengan skor 21-13, 21-8 dalam 36 menit. Kemenangan ini mempertegas dominasinya dalam rekor pertemuan.

Dari sektor ganda putra lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani bangkit dengan kemenangan 21-9, 21-12 atas pasangan Thailand. Hasil ini menjadi momentum positif setelah serangkaian hasil kurang memuaskan di turnamen sebelumnya.

Namun, tidak semua wakil Merah Putih bernasib serupa. Zaki Ubaidillah harus terhenti usai kalah dari Koki Watanabe melalui pertarungan tiga gim, 21-15, 14-21, 18-21. Ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga tersingkir setelah kalah dramatis 11-21, 21-15, 23-25 dari pasangan Korea Selatan. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.