Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendampingan Intensif pada Sejumlah SPPG dalam Pengelolaan Limbah

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pendampingan Intensif pada Sejumlah SPPG dalam Pengelolaan Limbah Doc: Antara
Ket. Pelaksana Tugas Kepala DLH Samarinda Suwarso memberikan keterangan terkait pendampingan SPPG dalam perbaikan pembuangan limbah.

Samarinda - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda memberikan pendampingan intensif sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) terindikasi bermasalah dalam pengelolaan limbah agar layanan mereka tetap berjalan, tanpa merusak ekosistem lingkungan.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Samarinda Suwarso di Samarinda, Kaltim, Rabu, menyatakan pihaknya telah menetapkan skala prioritas dalam proses rehabilitasi sistem pembuangan ini.

"Sebagai langkah awal, fokus pendampingan kami arahkan pada 10 unit SPPG prioritas," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, DLH menerjunkan tim Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang bertugas mengevaluasi kelayakan fisik bangunan serta mekanisme teknis instalasi pengolahan air limbah (ipal) di setiap unit.

Selain pengawasan teknis, DLH juga memfasilitasi percepatan proses perizinan melalui persetujuan teknis (pertek), yang merupakan syarat mutlak untuk penerbitan Surat Laik Operasi (SLO).

Namun, ia menekankan kecepatan proses ini sepenuhnya berada di tangan pengelola.

“Durasi pendampingan sangat bergantung pada komitmen pengelola SPPG. Jika mereka responsif melakukan perbaikan sesuai rekomendasi, prosesnya bisa selesai dalam satu hari. Semua kembali ke niat baik pengelola,” katanya.

Ketegasan ini, katanya, tindak lanjut dari penghentian sementara operasional 12 SPPG di Samarinda yang dinilai gagal memenuhi standar ipal.

Kebijakan ini selaras dengan surat resmi Badan Gizi Nasional (BGN) tertanggal 31 Maret 2026 yang mewajibkan peningkatan standar sanitasi di setiap unit pelayanan gizi dengan tujuan memastikan layanan yang diberikan tidak hanya sehat bagi penerima manfaat, tetapi juga aman bagi lingkungan sekitar.

Ia mengatakan limbah rumah tangga, terutama dari aktivitas dapur komunal SPPG, wajib diolah melalui ipal agar memenuhi baku mutu sebelum dilepas ke pembuangan umum.

Hal ini penting untuk mencegah pencemaran drainase kota yang dapat berdampak luas pada masyarakat.

“Sejak awal syaratnya sudah jelas. Jika belum memenuhi baku mutu, air limbah dilarang keras dialirkan ke drainase umum,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa aspek lingkungan tidak bisa ditawar, sedangkan DLH tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas bagi unit yang membandel.

“Jika berdampak buruk pada lingkungan, opsinya hanya satu, suspensi atau tutup sementara. Mereka baru diizinkan beroperasi kembali setelah mekanisme pengelolaan limbahnya dinyatakan layak dan memenuhi standar,” demikian Suwarso.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.