Menbud Serukan Agar Semua Pihak Jaga Cagar Budaya

Minggu, 05 Apr 2026, 19:25 WIB

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pelestarian bangunan cagar budaya harus menjadi kerja bersama seluruh pihak. Komitmen itu disampaikan saat meninjau Gedung Paseban Tri Panca Tunggal dan Gedung Kesenian Raksa Wacana di Kuningan.

“Kita harus sama-sama menjaga warisan budaya ini,” kata Fadli Zon di Jakarta, Minggu (5/4).

Ket. Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meninjau bangunan cagar budaya di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat — Sumber: Kementerian Kebudayaan

Ia memastikan Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung pemanfaatan warisan budaya agar tetap lestari dan berkelanjutan.

Menurut dia, kunjungan tersebut menandai perhatian serius pemerintah terhadap keberlangsungan bangunan cagar budaya di daerah. Fadli menegaskan kemajuan kebudayaan nasional harus berjalan seiring dengan pelindungan situs dan ruang budaya bersejarah.

Gedung Paseban Tri Panca Tunggal di Kelurahan Cigugur merupakan bangunan cagar budaya yang menyimpan nilai sejarah dan filosofis. Bangunan itu dikenal sebagai simbol “rahim” budaya yang hidup dalam tradisi masyarakat adat Sunda Wiwitan.

Di tempat itu, masyarakat adat Karuhun Urang atau AKUR menjaga ajaran Sunda Wiwitan secara turun-temurun. Ajaran tersebut menekankan lima kesempurnaan manusia sebagai pedoman hidup yang menyatu dengan nilai kebudayaan lokal.

Paseban Tri Panca Tunggal juga dikenal sebagai tempat lahirnya tradisi Seren Taun yang sarat makna. Tradisi itu menjadi simbol syukur panen, kedaulatan pangan, dan harmoni masyarakat dengan alam.

Dalam kunjungan yang sama, Fadli turut meninjau Gedung Kesenian Raksa Wacana di Kabupaten Kuningan. Ia menekankan pelestarian gedung kesenian harus melibatkan kementerian, pemerintah daerah, swasta, hingga individu filantropis.

“Hadirnya gedung-gedung kesenian di setiap kabupaten sangat penting,” ujar dia.

Ia mengatakan pemerintah akan mendukung revitalisasi gedung kesenian, taman budaya, dan museum di berbagai daerah.

Gedung Kesenian Raksa Wacana lahir dari visi besar H Aang Hamid Suganda, tokoh penting pembangunan Kuningan. Nama Raksa Wacana dalam budaya Sunda mengandung makna menjaga amanah atau memelihara ucapan.

Visi itu tidak berhenti pada bidang seni, tetapi juga diwujudkan melalui dukungan ekonomi masyarakat. Salah satunya lewat BPR Raksa Wacana Agri Purnama yang berdiri sejak 1995.

Kini, Gedung Kesenian Raksa Wacana berkembang menjadi ruang pengenalan budaya bagi anak-anak sejak dini. Melalui ruang itu, generasi muda didorong mencintai akar budaya dan identitas bangsanya.

Fadli menyatakan Kementerian Kebudayaan terus memperkuat langkah pelindungan dan pemajuan warisan budaya nasional. Ia berharap dukungan sarana yang memadai dan agenda terencana membuat ruang budaya di Indonesia semakin dinamis. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.