Keracunan Makan Bergizi Gratis di Jaktim: SPPG Ditutup Sementara, Tracing Medis Dimulai

Sabtu, 04 Apr 2026, 18:25 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung penanganan siswa yang diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/4). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara cepat dan optimal.

Peristiwa ini berkaitan dengan layanan penyedia makanan dari SPPG Pondok Kelapa II yang berdampak pada sejumlah sekolah di Jakarta Timur. Empat sekolah terdampak meliputi SMA Negeri 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung penanganan siswa yang diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/4). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara cepat dan optimal. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Kami bergerak cepat untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak segera tertangani dengan baik. Hingga saat ini, jumlah korban yang dirawat di tiga rumah sakit tercatat sebanyak 72 orang," ujarnya.

Selain dirawat di RSKD Duren Sawit, para siswa juga ditangani di RS Pondok Kopi dan RS Harum. Sebagian siswa lainnya sempat menjalani pemeriksaan, namun telah diperbolehkan pulang karena kondisi tidak memerlukan rawat inap.

Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi para pasien, baik yang menjalani perawatan maupun observasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal hingga seluruh siswa kembali sehat.

"Gejala yang dialami umumnya meliputi demam, mual, muntah, dan diare. Namun, saat ini kondisi para pasien relatif stabil," ucapnya.

Ia menambahkan, proses pemulihan diperkirakan berlangsung dalam waktu satu hingga dua hari ke depan. Pemerintah berharap para siswa dapat segera kembali beraktivitas seperti biasa.

Selain fokus pada penanganan medis, Pemprov DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk langkah lanjutan. Koordinasi ini mencakup aspek penanganan korban hingga evaluasi program.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani biaya pengobatan," tandasnya.

Seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban dipastikan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban keluarga siswa terdampak.

Di sisi lain, pelacakan penyebab kejadian tengah dilakukan oleh pihak terkait. Upaya tracing dilakukan bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur untuk memastikan sumber masalah dapat diidentifikasi secara jelas.

Operasional SPPG Pondok Kelapa II juga dihentikan sementara untuk kepentingan evaluasi. Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi kejadian serupa terulang.

Pemerintah juga menyiapkan alternatif penyedia layanan makanan agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan di sekolah lain. Hal ini penting agar manfaat program tetap dirasakan oleh siswa.

"Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama. Kami akan terus mengawal penanganan ini secara serius," ujarnya.

Ia menegaskan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis sebagai kebijakan nasional. Namun, pengawasan dan evaluasi akan diperkuat agar pelaksanaannya semakin aman dan tepat sasaran.

"Kami juga akan melakukan evaluasi agar ke depan pelaksanaan program ini semakin baik dan aman bagi seluruh peserta," pungkasnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.