Perkuat Swasembada Pangan, Bulog Dukung Panen Raya Jagung dan Tanam Serentak di Blora

Jumat, 03 Apr 2026, 14:12 WIB

BLORA–Direktur Utama Perum Bulog Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen Bulog dalam mendukung petani dan menjaga stabilitas pangan nasional.

Direksi Bulog terlibat langsung dalam mendukung Panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Serentak Kuartal II di Kecamatan Randublatung Blora, Jawa Tengah. “Kami melihat langsung semangat luar biasa para petani Blora. Bulog berkomitmen menyerap seluruh produksi jagung yang ada di Blora, baik untuk pakan ternak maupun kebutuhan bioetanol,” ungkapnya melalui keterangannya dari Blora, Jumat (3/4).

Ket. Foto: Direktur Utama Perum Bulog Dr. Ahmad Rizal Ramdhani dalam acara Panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Serentak Kuartal II di Kecamatan Randublatung Blora, Jawa Tengah, Jumat (3/4) — Sumber: istimewa

Terkait peluang komoditas jagung, Dirut Bulog menambahkan, kebutuhan bioetanol nasional sangat besar, sehingga membutuhkan sekitar 3,2 juta ton jagung. "Ini peluang besar bagi petani karena jagung dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar 3 bulan," ujarnya.

Adaun kegiatan di Blora ini merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Acara ini dihadiri Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Dr. Yudi Sastro, Direktur Utama Perum Bulog Dr. Ahmad Rizal Ramdhani dan Forkopimda Blora, Dandim, Kapolres Blora, serta para petani.

Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap sektor pertanian di wilayahnya. “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan seluruh masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Panglima Kopassus, Pak Dirut Bulog, dan Pak Dirjen yang berkenan hadir di Blora. Blora ini merupakan daerah basis pertanian dan peternakan, dengan produksi jagung terbesar kedua di Jawa Tengah,” ujar Arief Rohman.

Bupati juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas jagung di Blora “Kami berharap ada hilirisasi, termasuk pembangunan pabrik pakan. Selama ini jagung dari Blora banyak dibawa keluar daerah. Jika hilirisasi terwujud, nilai ekonomi petani akan meningkat dan kesejahteraan semakin baik,” tambahnya.

Sinergu Hulu-Hilir 

Dalam wawancara dengan media, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan pertanian jagung di Blora sebagai pilot project nasional. “Kami akan memastikan dari hilir hingga hulu berjalan dengan baik. Mulai dari permodalan, benih, pupuk, pendampingan hingga off-taker, semuanya didukung oleh BULOG dan Kementerian Pertanian," kata Djon Afriandi.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Yudi Sastro menyampaikan pentingnya peningkatan produksi jagung nasional. “Kebutuhan jagung nasional untuk pakan mencapai 15 juta ton per tahun. Selain itu, kita juga diarahkan untuk mengembangkan 1 juta hektare jagung untuk bioetanol. Blora menjadi titik awal pengembangan tersebut," ujar Yudi Sastro.

Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman dalam doorstop media juga optimistis terhadap peningkatan produksi jagung. “Kalau sekarang sekitar 83.000 hektare, ke depan bisa lebih dari 100.000 hektare. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis bisa menjadi nomor satu di Jawa Tengah," ungkapnya.

Dirut Bulog Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, pada kegiatan panen hari ini seluas 15 hektare dengan produktivitas mencapai 7 ton per hektare, menunjukkan potensi besar pengembangan jagung di Blora. “Ini kebanggaan bagi kita semua. Bulog akan terus hadir sebagai off-taker untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik," kata Ahmad Rizal

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.