AS Beri Sinyal akan Akhiri Perang Iran, Dua Hingga Tiga Pekan ke depan

Kamis, 02 Apr 2026, 00:05 WIB

WASHINGTON - Presiden Donald Trump pada Selasa (31/3) mengatakan Amerika Serikat dapat mengakhiri serangan militernya ke Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu dan Teheran pun tidak perlu membuat kesepakatan sebagai prasyarat agar konflik tersebut berakhir.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi perubahan dan kadangkala munculnya pernyataan yang saling bertentangan dari Washington tentang bagaimana perang, yang kini memasuki minggu kelima, mungkin akan berakhir.

Ket. Foto: Presiden AS, Donald Trump. — Sumber: Brenda n SMIALOWSKI/AFP

“Kami akan segera pergi,” katanya kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih. Kepergian itu bisa terjadi dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu,” kata Trump.

Saat ditanya apakah diplomasi yang sukses dengan Iran merupakan prasyarat bagi AS untuk menyelesaikan apa yang disebutnya Operasi Epic Fury, Trump mengatakan bahwa itu bukanlah prasyarat.

“Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak,” katanya. “Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya,” katanya.

Sebaliknya, kata Trump, syarat untuk mengakhiri operasi tersebut adalah Iran harus “dikembalikan ke zaman batu”, tanpa kemampuan untuk segera memperoleh senjata nuklir.

“Kalau begitu, kami akan pergi,”ujar Trump.

Gedung Putih kemudian mengatakan Trump akan berpidato di hadapan rakyat Amerika untuk memberikan informasi penting tentang Iran” pada pukul 9 malam EDT pada hari Rabu (1/4).

Buka Selat Hormuz

Sebelumnya, Washington mengancam akan mengintensifkan operasi militer jika Teheran tidak menerima kerangka gencatan senjata 15 poin AS yang di antara tuntutan intinya adalah Iran berkomitmen untuk tidak mengejar senjata nuklir, menghentikan semua pengayaan uranium, dan membuka kembali sepenuhnya Selat Hormuz.

Sebelumnya pada hari, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Trump bersedia membuat kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang, menyebar ke seluruh wilayah, mengganggu pasokan energi, dan mengancam akan menjerumuskan ekonomi global.

Uni Emirat Arab bersiap membantu AS dan sekutunya membuka Selat Hormuz secara paksa, demikian laporan Wall Street Journal pada Selasa malam, dalam upaya untuk mengakhiri penutupan jalur pelayaran yang biasanya dilalui sekitar seperlima dari pasokan minyak dan gas alam cair dunia setiap harinya.

Menurut laporan tersebut, UEA berupaya mendapatkan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk tindakan tersebut dan menyarankan agar AS menduduki pulau-pulau strategis.

  • Konflik Bersenjata

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.