Jalur Kereta Maswati-Sasaksaat Bandung Barat Longsor, Penumpang KA Ciremai Dievakuasi Pakai Bus

Rabu, 01 Apr 2026, 23:39 WIB

BANDUNG - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengevakuasi penumpang KA Ciremai relasi Semarang Tawang-Bandung dengan bus untuk melanjutkan perjalanan, usai kereta tersebut harus terhenti total karena jalur di petak Maswati-Sasaksaat Bandung Barat tertimbun longsor, Rabu (1/4).

Selain mengevakuasi penumpang dengan skema overstapen, KAI Daop 2 Bandung memastikan seluruh penumpang dan kru KA bernomor 174B tersebut dalam kondisi selamat dari kejadian longsor juga menerjang kereta dan menyebabkan lokomotif anjlok.

Ket. Foto: Petugas KAI tengah melakukan proses evakuasi lokomotif yang terkena longsor di jalur petak Maswati-Sasaksaat Bandung Barat, Rabu (1/4). — Sumber: ANTARA/HO Daop 2 Bandung

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo di Bandung Barat, Rabu, menegaskan bahwa meskipun operasional terganggu secara signifikan, keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan rintang jalan tersebut.

“Kami pastikan seluruh penumpang dan crew KA Ciremai dalam kondisi selamat. KAI selalu mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap pengambilan keputusan operasional,” ujar Kuswardojo.

Akibat material longsor yang menutup jalur, KAI Daop 2 Bandung terpaksa melakukan penyesuaian jadwal besar-besaran. Sebanyak tiga perjalanan KA Parahyangan (134B, 139B, dan 140B) relasi Gambir-Bandung PP dibatalkan total.

Selain itu, pembatalan sebagian relasi juga dilakukan pada sejumlah rangkaian, di antaranya KA Harina (102), KA Papandayan (129B), KA Serayu (288-289), KA Ciremai, serta KA Commuter Line Garut (349 dan 350).

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat longsoran ini,” ucap Kuswardojo.

Saat ini, petugas sarana dan prasarana telah diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor guna mempercepat normalisasi jalur.

KAI mengimbau para calon penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan terkait skema pengalihan perjalanan maupun pembatalan tiket.

“Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk tidak panik dan selalu mematuhi instruksi dari petugas demi kelancaran proses penanganan dan keselamatan bersama,” tuturnya.

Percepatan Penanganan Longsor

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan melakukan percepatan penanganan longsor yang terjadi di jalur wilayah Bandung, Jawa Barat, tepatnya di antara Stasiun Maswati – Sasaksaat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan penanganan di lokasi saat ini difokuskan pada percepatan pembersihan jalur dan evakuasi sarana terdampak agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal.

“Penanganan kami lakukan secara cepat dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Berdasarkan estimasi di lapangan, proses ini diproyeksikan dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih lima jam sejak pukul 16.30 WIB,” kata Anne dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan material longsoran yang menutup jalur di KM 142+8/9 menyebabkan perjalanan KA 174 Ciremai serta sejumlah kereta api lainnya di lintas tersebut mengalami gangguan operasional.

“KAI melakukan pengaturan perjalanan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kelancaran layanan,” ujarnya.

Seiring dengan proses penanganan yang berlangsung, kata Anne, KAI terus melakukan koordinasi lintas unit dan instansi terkait guna memastikan setiap tahapan berjalan aman dan terkendali.

KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Untuk memperoleh informasi terkini terkait perjalanan kereta api, termasuk keterlambatan maupun pembatalan, pelanggan dapat menghubungi layanan pelanggan KAI melalui Contact Center 121, WhatsApp 0811-2223-3121, atau email cs@kai.id.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami, dan seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat serta terukur agar perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” kata Anne. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.