Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mewaspadai 'Child Grooming' dalam Relasi Sebaya pada Anak dan Remaja

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mewaspadai 'Child Grooming' dalam Relasi Sebaya pada Anak dan Remaja Doc: Antara

Jakarta - Anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Ariani, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), M. Kes menyampaikan bahwa kejahatan child grooming bisa terjadi dalam relasi sebaya di kalangan anak dan remaja.

Child grooming merupakan tindakan manipulasi psikologis dalam upaya untuk melakukan eksploitasi seksual yang dilakukan dengan cara membangun kepercayaan dan ikatan emosional dengan anak.

Dalam seminar yang diikuti secara daring dari Jakarta pada Selasa, dr. Ariani menyampaikan bahwa aksi grooming bisa dilakukan oleh remaja atau anak yang usianya lebih tua.

Menurut dia, kejahatan itu bisa terjadi dalam hubungan pertemanan antara siswa SMP dan SMA atau siswa SD dan SMP.

"Ini sering terlewat oleh pemantauan atau pengawasan orang tua karena dianggap punya temannya banyak banget sampai ke tingkat kota ya SMP-SMA kayak gitu," kata Ariani.

"Biasanya (usia) antara 11 dan 15 tahun, mungkin bisa seperti itu, atau sebaya tapi dia lebih dominan," ia menambahkan.

Menurut dia, kasus grooming dalam relasi sebaya kerap berkaitan pelaku yang pernah mengalami pengalaman serupa.

Ariani menjelaskan bahwa kejahatan child grooming berkaitan dengan ketimpangan kekuasaan dan manipulasi yang membuat korban bergantung secara emosional kepada pelaku.

Korban yang biasanya ingin dihargai, dipuji, dan diperlakukan istimewa menganggap pelaku lebih dominan karena usia, pengalaman, atau kondisi ekonominya.

Pelaku grooming biasanya melakukan aksinya secara bertahap, memulai dengan mendekati dan membangun kepercayaan untuk kemudian memanipulasi dan menekan korban.

Ariani mengatakan bahwa aksi grooming dalam relasi sebaya dapat terjadi antar-anak atau antar-remaja yang berteman dekat atau berpacaran.

"Contohnya pacarnya minta foto pribadi secara online dengan dalih 'kamu kan pacarku, fotoin dong kamu lagi mandi'. Kalau sudah dapat fotonya, pelaku mengancam menyebarkan rahasia itu. Ini yang makin meningkat di era digital, atau lama-lama pelaku melakukan kekerasan seksual," ia menjelaskan.

Ariani menyampaikan bahwa kejahatan child grooming bisa dilakukan oleh lelaki maupun perempuan. Dalam kebanyakan kasus, pelaku berusia jauh lebih tua dari korban.

Menurut dia, aksi grooming kerap bermula dari platform digital dan berlanjut ke pertemuan langsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.