Darurat Sampah Nasional, Banjarmasin Terpilih Jadi Percontohan Ubah Limbah Sampah Jadi Listrik

Selasa, 31 Mar 2026, 21:36 WIB

BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin menyatakan kesiapannya menjadi garda terdepan dalam implementasi program nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) guna mempercepat transformasi tata kelola lingkungan perkotaan. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menegaskan komitmen tersebut usai menghadiri rapat koordinasi terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Selasa (31/3).

Melalui pendekatan ekonomi sirkular dan prinsip zero-waste, Banjarmasin membidik target ambisius pengelolaan sampah 100 persen dalam empat tahun ke depan, sekaligus mengonversi beban limbah daerah menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Ket. Foto: Wali Kota Banjarmasin HM Yamin (Kanan) saat hadir pada rapat koordinasi terbatas (Rakortas) mengenai Percepatan Implementasi Pengolahan Sampah menjadi energi listrik yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemkot Banjarmasin

Menurut dia, pertemuan itu mengusung dua agenda utama selain percepatan impelentasi PSEL di 33 lokasi, juga dibahas penyusunan roadmap penggunaan teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan guna memastikan keberlanjutan ekosistem perkotaan.

"Kita siap dan berminat sebagai salah satu pelaksana proyek percontohan percepatan implementasi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bersama sejumlah kabupaten/kota lainnya," ujarnya.

Dia menyampaikan, pertemuan ini untuk menyinkronkan kebijakan pusat dan daerah dalam mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks sekaligus mengkonversi limbah menjadi sumber energi. 

Dia pun memastikan Pemerintah Kota Banjarmasin siap mendukung dan menyelaraskan program menuju waste-to-energy.

Melalui komitmen kuat yang terjalin oleh seluruh pemangku kepentingan dalam menyikapi persoalan penanganan sampah, pemerintah berharap target ambisius pengelolaan sampah 100 persen dalam empat tahun ke depan melalui pendekatan ekonomi sirkular dan prinsip zero-waste itu dapat terwujud.

Pada Rakortas tersebut tidak hanya memetakan strategi pengelolaan sampah secara lebih modern dan ramah lingkungan sesuai kebutuhan, karakteristik dan kemampuan daerah. 

Disampaikan Menko Zulhas, pemerintah juga memberikan tenggat waktu yang terukur bagi masing-masing daerah untuk melakukan transformasi pengelolaan sampah di berbagai sektor non-rumah tangga agar menjadi energi yang bermanfaat. 

Dia juga menyoroti pelaksanaan pemilahan hingga pengelolaan sampah skala rumah tangga yang dinilai belum optimal dan perlu mendapat perhatian serius.

"Hari ini kita menyatukan komitmen terhadap kondisi darurat sampah yang tentunya menjadi program prioritas nasional. Hari ini ada 61 kabupaten/kota yang kita selesaikan dan rangkul dari yang sebetulnya target awal 33 karena ada beberapa wilayah yang gabungan atau aglomerasi," ujar Zulhas.

"Kita tahu memang mengubah budaya dan kesadaran masyarakat untuk memilah, mengolah sampah itu tidaklah mudah, perlu waktu yang lama dan pendekatan yang benar-benar efektif," tambahnya.

Selain itu, Menko juga mendorong adanya penegakan hukum yang tegas oleh pemerintah daerah apabila masih didapati kondisi pengelolaan sampah yang tidak memenuhi ketentuan. 

"Saya harap seluruh komponen di pemerintah daerah bisa lebih tegas dalam penegakan hukum, agar tanggung jawab sampah ini tidak hanya di pemerintah pusat, tapi kita semuanya bisa bertanggung jawab," bebernya.

  • banjarmasin
  • darurat sampah
  • psel
  • ekonomi sirkular
  • pengolahan sampah
  • limbah sampah

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.