Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geopark Rinjani Usul Pembangunan Shelter Sampah di Gunung Rinjani

📅 Minggu, 29 Mar 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Geopark Rinjani Usul Pembangunan Shelter Sampah di Gunung Rinjani Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Rinjani Qwadru Putro Wicaksono memaparkan upaya menjaga kelestarian lingkungan dalam program gelar wicara Festival Rinjani Begawe di Teras Udaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (28/3).

MATARAM -- Pengelola Geopark Rinjani mengusulkan pembangunan tempat penampungan atau shelter sampah sebagai upaya mengatasi persoalan sampah yang mengotori jalur pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kami menawarkan konsep shelter di beberapa pos pendakian, sehingga pendaki bisa mengumpulkan sampah di sana," kata General Manager Geopark Rinjani Qwadru Putro Wicaksono saat ditemui dalam acara Festival Rinjani Begawe di Mataram, Sabtu.

Qwadru menjelaskan shelter sampah bertujuan untuk memudahkan pengelolaan sampah dengan menyediakan titik kumpul sementara bagi sampah yang dibawa para pendaki saat melintasi jalur pendakian Gunung Rinjani.

Geopark Rinjani telah memaparkan konsep shalter sampah tersebut kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB.

Menurut Qwadru, skema pembiayaan pembangunan dan pengelolaan shelter sampah masih dalam tahap kajian termasuk kemungkinan penerapan retribusi tambahan bagi pendaki atau pengalokasian sebagian dari retribusi wisata pendakian.

Ia menilai biaya retribusi pendakian saat ini cukup besar, namun pengelolaannya masih terpusat ke pemerintah pusat sehingga belum optimal mendukung penanganan sampah di lapangan.

Geopark Rinjani menawarkan pemanfaatan teknologi pesawat tanpa awak atau drone untuk mengangkut sampah dari tempat pengumpulan mengingat keterbatasan tenaga manusia dalam proses angkut turun melintasi medan berat jalur pendakian.

"Biaya retribusi pendakian lumayan, tapi uangnya lari ke pemerintah pusat semua. Jadi, bagaimana supaya (retribusi pendakian) itu juga bisa ada alokasi untuk penanganan sampah," ucap Qwadru.

Lebih lanjut ia menuturkan pembangunan shelter sampah tidak langsung dilakukan di seluruh jalur pendakian. Tahap awal hanya berfokus kepada jalur paling ramai dilalui pendaki, yakni Sembalun di Lombok Timur dan Senaru di Lombok Utara.

Geopark Rinjani menekankan pentingnya penguatan regulasi berupa sanksi tegas dan pengetatan pemeriksaan barang bawaan pendaki saat naik maupun turun dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Berdasarkan laporan statistik kantor Balai TNGR pada 2025, sampah pendakian mencapai 30,35 ton dan sampah non pendakian sebanyak 1,19 ton. Jumlah kunjungan wisata pendakian tercatat sebanyak 80.214 orang, sedangkan jumlah kunjungan wisata non pendakian mencapai 52.108 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Bangunan Sekolah Dasar di K...
Megapolitan
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Be...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.