DPRD Jabar Panggil BBKSDA Terkait Kematian Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo

Minggu, 29 Mar 2026, 20:05 WIB

BENDUNG - Kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, menjadi perhatian berbagai kalangan. Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono memastikan pihaknya akan memanggil BBKSDA Jawa Barat dan Dinas Kehutanan provinsi setempat guna menyikapi tata kelola Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) setelah kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara.

“Hari Senin, 30 Maret 2026, kami akan memanggil BBKSDA Jabar dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat untuk memastikan tanggung jawab mereka dijalankan dengan benar,” kata Ono di Bandung, Minggu.

Ket. Foto: Salah satu harimau Benggala saat tengah berjemur di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/3). — Sumber: ANTARA/Rubby Jovan

Ia menegaskan penyelamatan satwa harus menjadi prioritas utama di tengah persoalan yang terjadi dalam pengelolaan kebun binatang tersebut.

Menurut Ono, sejak awal pihaknya telah mengusulkan pemindahan satwa ke kebun binatang lain, seperti Ragunan atau Surabaya guna menjamin keselamatan hewan.

Ia menyebut komunikasi antar-pimpinan daerah belum diikuti langkah konkret di lapangan.

Ono mengungkapkan selama masa transisi pengelolaan, pihak yayasan hanya mengandalkan donasi dari pengunjung, yang berdampak pada penurunan kualitas pakan satwa.

Ia menambahkan meski kini pakan telah disiapkan oleh kementerian, proses pembayaran yang kerap terlambat membuat operasional di lapangan terganggu.

Selain itu, kebutuhan tambahan, seperti pakan ekstra, bahan bakar, hingga perawatan lingkungan dinilai masih minim.

Ono menilai setelah pengambilalihan oleh pemerintah pusat, operasional Bandung Zoo belum menunjukkan perbaikan signifikan, termasuk belum adanya koordinasi dan standar operasional yang jelas.

Ia menyoroti nasib ratusan karyawan yang hingga kini bekerja dalam ketidakpastian status dan penghasilan. “Ini urusan kemanusiaan dan kesejahteraan. Pemerintah harus hadir agar para karyawan bisa bekerja dengan tenang,” ujarnya.

Ono mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, termasuk penataan status kepegawaian serta perbaikan menyeluruh tata kelola kebun binatang.

  • bandung zoo
  • kematian anak harimau
  • anak harimau benggala
  • dprd jabar

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.