Timnas Tanpa Playmaker, Herdman Andalkan Permainan Kolektif

Kamis, 26 Mar 2026, 07:08 WIB

JAKARTA - Tanpa sosok playmaker dalam skuad Timnas Indonesia menjadi warna tersendiri jelang debut John Herdman di FIFA Series 2026. Alih-alih bergantung pada satu pengatur serangan, pelatih asal Inggris itu diyakini tengah merancang permainan berbasis kolektivitas untuk menguji wajah baru Skuad Garuda.

Dalam dua laga yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 27 dan 30 Maret, pilihan di sektor tengah lebih diisi gelandang bertipe pekerja. Joey Pelupessy, Ivar Jenner, Eliano Reijnders, serta Nathan Tjoe-A-On dikenal kuat dalam duel dan disiplin menjaga struktur permainan. Bahkan, Jordi Amat berpotensi ditarik ke lini tengah untuk menambah lapisan proteksi.

Ket. Foto: Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti latihan jelang laga FIFA Series 2026 di Stadion Madya, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (24/3). Latihan tersebut sebagai persiapan menjelang pertandingan melawan Timnas ST Kitts and Nevis pada FIFA Series 2026 yang berlangsung Jumat (27/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. — Sumber: ANTARA/Bayu Pr

Pengamat sepak bola nasional, Alexander Sununu, menilai absennya kreator serangan menjadi celah yang patut dicermati. “Tidak ada spesialis playmaker. Padahal, tim tetap butuh pemain dengan visi untuk mengatur tempo dan memberi umpan kunci,” ujarnya.

Namun, dia melihat situasi ini bisa menjadi pintu bagi pendekatan berbeda. Tanpa bergantung pada satu sosok, Herdman diperkirakan mengedepankan permainan kolektif. Peran distribusi bola dan progresi serangan dibagi ke beberapa pemain, bukan terpusat pada satu figur.

“Nathan bisa menjadi penghubung antarlini. Sedangkan Jenner atau Reijnders fokus sebagai pemutus serangan lawan. Pelupessy dan Amat menjaga kedalaman. Kuncinya ada pada kerja sama dan disiplin menutup ruang,” ujar Sununu.

Meski demikian, kebutuhan akan kreativitas tetap tak bisa diabaikan, terutama dalam situasi transisi cepat. Sununu menilai kemampuan umpan terobosan dan eksplorasi ruang masih minim dalam komposisi saat ini. Ia pun menyoroti absennya Ricky Kambuaya yang memiliki keberanian membawa bola dan berimprovisasi di area akhir, serta Thom Haye yang dikenal piawai dalam distribusi.

Di sisi lain, Herdman juga dihadapkan pada persoalan klasik: keterlambatan kedatangan pemain. Hingga hari kedua latihan di Stadion Madya, Senayan, baru 15 dari 24 pemain yang bergabung. Waktu efektif persiapan pun menjadi sangat terbatas.

Pelatih asal Inggris itu tak melihatnya sebagai hambatan. “Ini normal di sepak bola internasional. Pemain datang dengan kondisi berbeda. Kami harus beradaptasi,” ujarnya. Dia menegaskan tim pelatih telah menyiapkan metode untuk mengejar ketertinggalan, termasuk melalui pemaparan taktik secara virtual. Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis di laga pembuka. Pertandingan ini menjadi ujian awal bagi Herdman dalam meramu identitas permainan baru. ben/G-1

  • FIFA Series 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.