Arus Balik Lebaran 2026: Okupansi Kereta Api Lampaui 140 Persen Selama Empat Hari Beruntun

Kamis, 26 Mar 2026, 15:30 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang selama fase arus balik Lebaran 2026. Okupansi kereta api bahkan melampaui 140 persen selama empat hari berturut-turut.

Lonjakan ini terjadi pada periode 22 hingga 25 Maret 2026 dengan volume penumpang yang terus meningkat setiap harinya. Kondisi tersebut sekaligus mencetak rekor baru sepanjang masa angkutan Lebaran.

Ket. Foto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang selama fase arus balik Lebaran 2026. Okupansi kereta api bahkan melampaui 140 persen selama empat hari berturut-turut. — Sumber: Istimewa

Pada 22 Maret, jumlah pelanggan tercatat mencapai 242.810 orang dengan okupansi 150,7 persen. Angka ini meningkat pada 23 Maret menjadi 247.025 pelanggan dengan okupansi 154,1 persen.

Puncak tertinggi terjadi pada 24 Maret dengan total 250.650 pelanggan dan okupansi 153,4 persen. Sementara itu, pada 25 Maret jumlah pelanggan masih tinggi di angka 230.784 orang atau 141,2 persen.

Capaian tersebut melampaui rekor tertinggi tahun sebelumnya yang berada di angka 223.348 pelanggan. Hal ini menunjukkan tren peningkatan mobilitas masyarakat yang signifikan pada arus balik Lebaran tahun ini.

Anne Purba menyampaikan bahwa lonjakan ini mencerminkan perubahan pola perjalanan masyarakat. Kereta api dinilai semakin diminati karena memberikan kepastian waktu tempuh.

"Perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan saat ini memasuki fase arus balik," ujarnya.

Ia menambahkan, faktor kenyamanan dan ketepatan jadwal menjadi alasan utama masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi. Kondisi ini juga menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang semakin tinggi terhadap layanan KAI.

Hingga 26 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket angkutan Lebaran telah mencapai 4.479.481 atau 99,6 persen dari total kapasitas. Angka ini hampir menyentuh batas maksimal kapasitas yang disediakan.

Secara rinci, tiket Kereta Api Jarak Jauh terjual 3.809.761 atau 106,7 persen dari kapasitas. Sementara itu, KA Lokal mencatat penjualan 669.720 tiket atau 72,3 persen dari total kursi yang tersedia.

Sepanjang periode 11 hingga 25 Maret 2026, KAI telah melayani 3.407.548 pelanggan di Pulau Jawa dan Sumatra. Jumlah tersebut terdiri dari 2.859.152 pelanggan jarak jauh dan 548.396 pelanggan lokal.

Tingginya okupansi di atas 100 persen disebut sebagai hal yang lazim dalam operasional kereta api. Hal ini terjadi karena satu kursi dapat digunakan lebih dari satu penumpang dalam relasi perjalanan yang berbeda.

"Skema ini membuat jumlah pelanggan yang dilayani dapat melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia," jelasnya.

Memasuki 26 Maret, tren arus balik masih berlanjut dengan 196.401 pelanggan telah dijadwalkan berangkat. Okupansi sementara mencapai 120,2 persen dan masih berpotensi bertambah.

Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, KAI mengimbau masyarakat memanfaatkan alternatif jadwal dan relasi perjalanan. Selain itu, tersedia promo diskon 20 persen untuk kelas eksekutif pada periode tertentu.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.