Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Agar Tidak Rentan, Krisis Harus Jadi Momentum Perkuat Kemandirian Pangan

📅 Rabu, 25 Mar 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Agar Tidak Rentan, Krisis Harus Jadi Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Doc: istimewa
Ket. Kebutuhan Pangan - Tekanan terhadap Sistem Pangan global Berada di Titik Kritis

JAKARTA - Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Sebab itu, setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain. Ancaman krisis pangan dunia itu akibat konflik Timur Tengah yang berpotensi memicu ketidakstabilan pasokan dan harga pangan di berbagai negara. 

Laporan terbaru dari World Food Programme (WFP) memperingatkan eskalasi konflik dapat mendorong lonjakan jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan akut dengan rekor tambahan hampir 45 juta orang pada 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan ketahanan pangan menjadi isu strategis global, karena kenaikan harga energi, gangguan pelayaran, dan biaya logistik dapat memicu inflasi pangan seperti krisis sebelumnya saat perang Russia-Ukraina pada 2022.

Dampak konflik tidak hanya dirasakan di kawasan perang, tetapi merambat ke seluruh dunia melalui rantai pasok global. Negara-negara yang bergantung pada impor pangan menjadi paling rentan menghadapi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.

Anggota DPD Pemuda Tani Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pranasik Faihaan mengatakan ancaman krisis pangan global yang kembali menguat merupakan kondisi nyata dan mendesak. Konflik geopolitik di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada energi, tetapi juga langsung memengaruhi rantai pasok pangan dunia. Dalam kondisi seperti itu, kebergantungan pada impor menjadi risiko serius bagi negara importir seperti Indonesia.

Peringatan dari WFP menunjukkan bahwa tekanan terhadap sistem pangan global sudah berada di titik kritis. “Ini bukan lagi soal kemungkinan, tapi realitas yang sedang berkembang. Indonesia harus membaca situasi ini dengan serius dan menyiapkan langkah antisipatif sejak sekarang,” kata Pranasik.

Penguatan produksi pangan dalam negeri harus menjadi prioritas utama. Mulai dari peningkatan produktivitas lahan, perlindungan terhadap petani, serta memastikan ketersediaan sarana produksi yang terjangkau. Tanpa langkah konkret di sektor hulu, Indonesia akan semakin rentan terhadap gejolak harga dan pasokan global.

Pranasik juga memandang perlu memperkuat distribusi dan cadangan pangan nasional. Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak produksi, tetapi juga seberapa efektif negara mengelola distribusi dan menjaga stabilitas pasokan di tengah tekanan global.

“Kita harus memastikan bahwa pangan tidak hanya tersedia, tetapi juga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Peran generasi muda dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Regenerasi petani menjadi faktor kunci agar Indonesia tidak kehilangan kapasitas produksi dalam jangka panjang.

“Momentum krisis ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat kemandirian pangan nasional. Jika tidak, kita akan terus berada dalam posisi rentan setiap kali terjadi guncangan global,” tegas Pranasik.

Jaring Pengaman

Pada kesempatan lain, Akademisi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali, I Nengah Muliarta menuturkan pandangannya kalau setiap negara harus memperkuat kekuatan pangannya sendiri dan berhenti bergantung pada negara lain. Hal itu sebagai reaksi yang masuk akal secara politik, namun memiliki risiko besar jika dikaji secara ilmiah.

Dalam ilmu ekonomi pertanian, upaya untuk memutus hubungan dagang dan memproduksi semua jenis makanan di dalam negeri sering kali berbenturan dengan kenyataan bahwa tidak semua tanah dan iklim cocok untuk segala jenis tanaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Jiwa (Perkasa)
Jiwa (Perkasa)
25 Mar 2026, 01:53 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.