Tenda Darurat Mulai Kosong, Pemerintah Fokus ke Hunian Tetap bagi Penyintas Sumatera
Selasa, 24 Mar 2026, 09:07 WIBJAKARTA - Pemerintah memastikan penanganan pengungsi terdampak bencana di wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan signifikan, dengan hampir seluruh warga kini tidak lagi tinggal di tenda pengungsian. Capaian ini menjadi salah satu indikator penting dalam proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang tengah berjalan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Ia menegaskan bahwa kondisi pengungsi saat ini sudah berada pada tahap mendekati tuntas, meski belum sepenuhnya selesai.
"Pengungsi ya mendekati 100 persen, mendekati kata-katanya, saya enggak bilang sudah 100 persen," ujarnya.
Ia menjelaskan, jumlah pengungsi yang masih dalam penanganan kini tersisa sekitar 47 kepala keluarga atau sekitar 173 jiwa. Angka tersebut mengalami penurunan drastis dibandingkan kondisi awal yang sempat mencapai sekitar 2,1 juta jiwa saat bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Penurunan signifikan tersebut disebut sebagai hasil kerja lintas sektor yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. Upaya relokasi ke hunian sementara dinilai menjadi langkah krusial dalam memastikan para penyintas dapat menjalani kehidupan yang lebih layak dibandingkan saat berada di tenda darurat.
Meski capaian di sektor pengungsian sudah menunjukkan progres yang menggembirakan, pemerintah menegaskan bahwa proses pemulihan secara keseluruhan masih berlangsung. Sejumlah infrastruktur dasar dan layanan publik di beberapa daerah masih dalam tahap perbaikan dan membutuhkan waktu penyelesaian.
"Fasilitas pendidikan masih ada yang perlu kita atensi, masih belum, ada juga sungai belum, ada beberapa jalan desa, jalan kabupaten yang cukup banyak jumlahnya juga belum, itu it takes time," katanya.
Selain infrastruktur pendidikan, perbaikan jalan desa dan kabupaten menjadi salah satu fokus utama dalam tahap lanjutan pemulihan. Normalisasi sungai serta penguatan struktur penahan bencana juga terus dilakukan untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.
Pemerintah juga terus mendorong pemulihan layanan dasar seperti kesehatan, listrik, dan komunikasi agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat kebangkitan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.
Di sisi lain, pemerintah mengingatkan bahwa pemulihan pascabencana bukan proses instan dan memerlukan waktu serta konsistensi kebijakan. Karena itu, masyarakat diminta memahami bahwa capaian yang ada merupakan bagian dari proses panjang menuju kondisi yang sepenuhnya pulih.
Ia menambahkan bahwa seluruh perkembangan penanganan bencana perlu dilihat secara utuh dan proporsional. Dengan progres yang terus berjalan, pemerintah optimistis kondisi di wilayah terdampak dapat kembali normal secara menyeluruh dalam waktu yang tidak terlalu lama.
- Pemulihan Pascabencana
- kemendagri
- Bencana Aceh
- bencana sumatera
- Bantuan Bencana Sumatra
- Bangun Hunian Tetap
- Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Public Expose 2026: Rumah Zakat Bakal Perkuat Inovasi Program demi Memperluas Manfaat
-
Upaya untuk Memenuhi Kebutuhan Logistik Penyintas Bencana Aceh
-
Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Kebijakan Transformasi Budaya Kerja ASN Diikuti Pemda Wilayah Timur Indonesia
-
Mentan Amran Rintis Ekspor Olahan Unggas ke Filipina, Target Tembus 11 Negara.
-
Pengerahan Alat Berat untuk Membersihkan Lingkungan di Aceh Tamiang
-
BNPP RI Kebut Penanganan Pascabanjir di Aceh Jelang Lebaran
-
Diduga Dibunuh, Polres Jombang Usut Kematian Ibu dan Anak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.