Rebut Trofi Piala Asia, Timnas Wanita Jepang Diminta Berbenah, Nielsen: Butuh “Senjata Berbeda” untuk Juara Dunia
Selasa, 24 Mar 2026, 08:16 WIBTOKYO â Pelatih Nils Nielsen menegaskan bahwa Timnas Jepang Wanita membutuhkan âalat dan pendekatan berbedaâ jika ingin kembali merebut gelar Piala Dunia Wanita FIFA tahun depan, meski baru saja tampil dominan saat menjuarai Asia.
Jepang memastikan gelar Piala Asia Wanita AFC usai menundukkan tuan rumah Timnas Australia Wanita 1-0 pada final di Sydney, Sabtu lalu. Trofi ini menjadi yang ketiga bagi Jepang dalam empat edisi terakhir.
Sepanjang turnamen, skuad asuhan Nielsen tampil impresif dengan mencetak 29 gol dan hanya kebobolan satu kali, sebuah sinyal kuat menjelang turnamen global di Brasil tahun depan.
Namun, Nielsen menilai dominasi di level Asia belum cukup untuk menjamin kesuksesan di panggung dunia. âKami menemukan banyak kekuatan dalam tim ini, tetapi juga melihat ada bagian yang masih menyulitkan, terutama saat menghadapi lawan kuat yang membuat kami tidak bisa sepenuhnya mengendalikan permainan,â ujarnya.
âKami akan menemui situasi serupa di Piala Dunia. Itu berarti kami harus menemukan cara lain, âsenjataâ berbeda, agar bisa mengontrol pertandingan sesuai keinginan kami.â
Jepang sendiri merupakan satu-satunya wakil Asia yang pernah menjuarai Piala Dunia, tepatnya pada 2011, dan kembali mencapai final pada 2015 sebelum kalah dari Timnas Amerika Serikat Wanita. Namun sejak saat itu, langkah mereka kerap terhenti di perempat final, baik di Piala Dunia maupun Olimpiade.
Dalam turnamen di Australia, Nielsen mengandalkan banyak pemain yang berkarier di Inggris, termasuk kapten Yui Hasegawa serta penyerang Maika Hamano, yang mencetak gol kemenangan spektakuler di final.
Pelatih asal Greenland itu menilai perkembangan timnya masih jauh dari kata selesai. âKami sudah berkembang pesat sebagai tim, dan itu tidak akan berhenti. Anda harus terus berkembang, terus bergerak maju,â tegasnya.
âJika merasa puas dan menerima keadaan, maka pada akhirnya Anda tidak akan cukup baik.â
Keberhasilan Jepang juga menutup turnamen yang mencatat lonjakan besar dalam jumlah penonton. Lebih dari 350.000 penggemar hadir langsung di stadion sepanjang kompetisi, sekitar enam kali lipat dari rekor sebelumnya pada tahun 2010 di Tiongkok. Bahkan, laga final di Sydney disaksikan 74.397 penonton, menjadi rekor baru untuk satu pertandingan dalam sejarah turnamen.
Ironisnya, euforia tersebut tidak sepenuhnya terasa di dalam negeri Jepang. Laga final tidak disiarkan di televisi terestrial, dan respons media terbilang minim.
Nielsen pun mendesak perusahaan media Jepang untuk memberikan perhatian lebih besar. âAnda akan mendapatkan nilai kembali jika melakukannya, karena tim ini layak untuk diikuti,â ujarnya.
âKami belum berada di level yang sama dengan Eropa dan dunia dalam hal eksposur. Kami juga harus bersaing dengan olahraga lain yang sangat populer.â
- Piala Asia
- Timnas Jepang
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Sabalenka Kejar Pembalasan atas Rybakina
-
Makin Mudah, Samsat Keliling Layani Warga Jadetabek di 14 Lokasi
-
Tarif Listrik Ditahan, Pemerintah Pilih Redam Tekanan Harga
-
Harga Cabai Rawit Merah Rp104.050/Kg, Daging Ayam Rp43.450/Kg
-
Tomiyasu Siap Balas Kepercayaan Jepang di Piala Dunia 2026
-
Posko Angkutan Lebaran Ditutup, Sebanyak 147,55 Juta Orang Melakukan Perjalanan Selama Angkutan Lebaran 2026
-
SIM Keliling Hari Ini Layani Warga Jakarta di 5 Lokasi, Buka Pukul 08.00-12.00
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.