Manchester City Juara Piala Liga, Blunder Kepa Bantu O’Reilly Tumbangkan Arsenal 2-0

Senin, 23 Mar 2026, 06:24 WIB

LONDON, INGGRIS — Manchester City merebut juara i EFL Cup (Piala Liga) setelah menundukkan Arsenal dengan skor 2-0 pada partai final di Wembley Stadium, Senin (23/3) dini hari WIB. Dua gol Nico O'Reilly memastikan trofi bagi The Citizens.

Kemenangan City tak lepas dari kesalahan fatal kiper Arsenal, Kepa Arrizabalaga, yang kembali dihantui kenangan buruknya di ajang ini. Blunder penjaga gawang itu menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

Ket. Foto: Para pemain Manchester City melakukan selebrasi usai merebut juara Piala Liga dengan mengalahkan Arsenal di final, Senin (23/3) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Gol pembuka lahir pada babak kedua ketika Kepa gagal mengantisipasi umpan silang Rayan Cherki. Bola yang seharusnya mudah diamankan justru lolos dari tangkapannya, memberi peluang emas bagi O’Reilly untuk mencetak gol dari jarak dekat.

Empat menit berselang, O’Reilly kembali mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan matang Matheus Nunes, ia menuntaskan serangan dengan sundulan tajam yang tak mampu dibendung Kepa.

Trofi ini menjadi gelar kelima Pep Guardiola di kompetisi tersebut, rekor tersendiri bagi pelatih tersebut. Selebrasi emosional Guardiola usai laga menegaskan betapa pentingnya kemenangan ini, terutama setelah City tersingkir dari Liga Champions oleh Real Madrid beberapa hari sebelumnya.

Di sisi lain, keputusan pelatih Mikel Arteta memainkan Kepa alih-alih kiper utama David Raya menjadi sorotan. Taruhan tersebut berujung mahal bagi The Gunners.

Kepa sendiri memiliki sejarah kelam di Piala Liga. Pada final 2019 bersama Chelsea, ia sempat menolak diganti jelang adu penalti dan gagal menepis satu pun tembakan. Tiga tahun berselang, ia juga gagal dalam adu penalti saat kalah dari Liverpool.

Kekalahan ini sekaligus mengakhiri harapan Arsenal meraih trofi pertama sejak 2020, serta menggagalkan ambisi meraih empat gelar dalam satu musim. Meski demikian, peluang mereka belum sepenuhnya tertutup, Arsenal masih memimpin perburuan gelar Liga Inggris, serta melaju di Piala FA dan Liga Champions.

Bagi City, kemenangan ini menjadi momentum penting di tengah musim yang penuh tekanan. Selain tertinggal dalam perburuan gelar liga, mereka juga baru saja tersingkir dari kompetisi Eropa.

City sempat berada di bawah tekanan pada babak pertama. Namun, kiper muda James Trafford tampil gemilang dengan tiga penyelamatan beruntun yang menggagalkan peluang emas Arsenal.

Ia menepis tembakan jarak dekat Kai Havertz, lalu dua kali menggagalkan upaya Bukayo Saka dari situasi rebound.

Arsenal tampil agresif dengan pressing ketat, tetapi minim kreativitas di lini depan. Bahkan kekuatan mereka dalam situasi bola mati tak terlihat sepanjang laga.

Memasuki babak kedua, City tampil jauh lebih dominan. Tekanan bertubi-tubi akhirnya berbuah hasil melalui blunder Kepa, yang menjadi awal runtuhnya pertahanan Arsenal.

Selepas gol pertama, mental Arsenal tampak goyah. City pun memanfaatkan momentum tersebut untuk mengunci kemenangan lewat gol kedua O’Reilly.

Guardiola tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Ia berlari di tepi lapangan dan melakukan selebrasi penuh emosi, bahkan sempat diganjar kartu kuning akibat euforia berlebihan.

Peluit panjang menjadi penanda berakhirnya penantian trofi City musim ini, sebuah kemenangan yang bisa menjadi titik balik dalam perburuan gelar domestik mereka.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.