Kini Kawasan Industri Jabar dan Jateng Tidak Kekurangan Gas: Wamen Yuliot Resmikan Pengaliran Gas Perdana Pipa Cisem 2

Minggu, 22 Mar 2026, 12:54 WIB

JAKARTA-Kepastian usaha bagi kawasan industri di Jawa Tengah dan Jawa Barat kini terasa lebih nyata seiring mulai mengalirnya gas bumi melalui Proyek Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2. Proyek pipanisasi gas ini menjamin ketersediaan energi yang lebih stabil serta memberi kepastian bagi pelaku industri dalam menghitung biaya produksi, menjaga keberlanjutan operasi, serta merencanakan investasi secara lebih terukur.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat fondasi energi nasional dan mendorong nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Ket. Foto: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot saat meresmikan pengaliran gas perdana Pipa Cisem 2, di Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3) — Sumber: istimewa

"Setelah dilakukan proses uji coba pada setiap ruas titik yang ada dan Alhamdulillah itu relatif aman, tidak ada kebocoran. Sehingga pada hari ini, kita bisa melakukan seremoni gas in untuk ruas Cisem 2," kata Yuliot pada acara Peresmian Pengaliran Gas Bumi (Gas-In) Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2 di Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3).

Yuliot menegaskan bahwa proyek Cisem Tahap 2 merupakan bagian dari program strategis pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi.

"Dari sisi potensi untuk gas, Alhamdulillah ikita juga sudah melaksanakan berbagai kegiatan eksplorasi dan juga sumur-sumur produksi dan sebagian besar yang dihasilkan itu adalah gas. Dengan adanya sumber gas yang ada di kawasan timur Indonesia dan juga yang ada dari Andaman dan Natuna, ikita integrasikan dalam satu sistem. Ini sistem transmisi gas nasional," ujarnya.

Menurut Yuliot, integrasi tersebut akan mempermudah pengembangan kawasan industri, kawasan pertumbuhan, dan kawasan komersial. Dengan ketersediaan energi yang lebih baik, percepatan ekonomi di daerah-daerah yang dilalui infrastruktur ini akan lebih mudah terwujud.

Peresmian pengaliran gas perdana melalui Cisem 2 menjadi tonggak penting karena menandai selesainya tahap konstruksi Season 2 proyek pipa transmisi Cirebon-Semarang. Tahap ini dimulai dari First Welding (pengelasan awal) oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 30 September 2024.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan bahwa setelah dinyatakan bebas dari kebocoran, proyek pipanisasi Cisem sepanjang 302 km yang membentang dari Semarang hingga Kandang Haur Timur di Cirebon siap dialiri gas untuk konsumen.

"Saat ini sudah ada komitmen dari beberapa konsumen yang menyatakan minatnya untuk memanfaatkan gas yang dialirkan melalui ruas pipa Cisem ini seperti Kilang Balongan, Cikarang Listrindo Tbk, dan beberapa industri lain," ujarnya.

Proyek pipanisasi Cisem menjadi kunci integrasi pipa transmisi gas antara Sumatera dan Jawa. Dengan selesainya Pipa Cisem 2 tahun ini dan rencana pembangunan Pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem) dalam dua tahun ke depan, transmisi gas dari Sumatera ke Jawa diperkirakan akan terintegrasi penuh. Hal ini memungkinkan wilayah yang surplus gas, seperti Jawa Timur, menyalurkan gas ke wilayah dengan permintaan tinggi seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Keterhubungan pipa transmisi Sumatera-Jawa diharapkan mendorong peningkatan konsumsi gas domestik dan mengurangi ekspor. Saat ini porsi gas untuk dalam negeri sekitar 65% dan dengan integrasi ini proporsi tersebut diperkirakan dapat meningkat. 

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Warga Pesisir Tak Boleh Terjebak Kemiskinan, Undana Dorong Inovasi Perikanan

Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Kekeringan Meluas, PU Distribusikan Air Bersih ke 4 Desa di Jateng-Jatim

Bappenas Bongkar Kunci Pembangunan: Sains, Teknologi, dan Matematika

BMKG Kotawaringin Timur Mengingatkan, Kekeringan Masih Berpotensi Meningkat hingga Agustus Akhir

Karhutla Ranupani, BPBD Lumajang Minta Warga Waspadai Titik Api

Destry Damayanti Punya 5 Strategi Jika Jadi Gubernur BI, Ada Target Dorong Ekonomi 8 Persen

Padamkan Karhutla di Kepulauan Bangka Belitung, Korem 045 Kerahkan 690 Prajurit

Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum

Anggota DPR Bantah Atur Penundaan Rekening Rp80,9 Juta Koordinator AMPB: Saya Difitnah dan Hoaks

Perkuat Fasilitas Pengelolaan Persampahan, DLH Makassar Tambah Armada dan Siapkan Puluhan Mesin Pengolah

KKI 2026 Catat Transaksi Rp177,21 Miliar, UMKM DKI Kuatkan Ekspor & Pembiayaan

Aksi Unjuk Rasa 27 Agustus di DPR, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Rabu Ini

Kebakaran Hutan di Kalimantan: Bencana atau Terencana.

Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang Dimajukan ke Sore Hari

Tuntaskan Verifikasi, PBNU Tetapkan 557 Pemilik Hak Suara Muktamar Ke-35 NU

Unib Sulap Pisang Enggano Jadi Camilan Modern, Nilai Jual UMKM Royal Banana Caramel Makin Tinggi

BBNKB dan PBBKB Tak Jadi Naik, DPRD dan Pemprov Sulsel Sepakat Membatalkannya.

Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Perum Bulog Jamin Ketersediaan dan Kelancaran Distribusi Pangan di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.