Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjemput Rindu di Jalur Ssunyi Lintas Timur Sumatera

📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 22:05 WIB | Oleh:

Kemanusiaan di jalanan

Meski menyebut perjalanannya sebagai “jalur sunyi”, Verisa mengaku justru menemukan banyak kehangatan di sepanjang jalan. Warga yang ia temui kerap menyapanya dengan ramah, memberikan senyum, bahkan menawarkan bantuan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi di wilayah Lubuk Seberuk. Saat kelelahan mulai terasa, seorang sopir truk menghampirinya dan menawarkan tumpangan. Tanpa ragu, Verisa menerimanya. Sekitar 50 kilometer perjalanan ia lanjutkan dengan menumpang hingga Kayu Agung, memberi kesempatan bagi tubuhnya untuk beristirahat.

“Mudik naik sepeda ini sebenarnya suka-suka saya. Kalau ingin bersepeda, ya saya pergi. Tapi kalau ingin naik transportasi umum, ya itu juga bisa,” ujarnya sambil tersenyum ringan.

Akhirnya, pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB, Verisa tiba di Palembang. Sosoknya muncul di bawah megahnya Jembatan Ampera, menandai berakhirnya perjalanan panjang yang ia tempuh selama empat hari.

Rasa lelah seolah luruh seketika. Di balik perjalanan panjang itu, ada kebahagiaan sederhana yang menanti; bertemu kembali dengan orang tua di rumah.

Namun sebelum sampai ke pelukan keluarga, ada satu hal yang selalu ia lakukan menikmati semangkuk mie celor. Bagi Verisa, kuliner khas Palembang itu bukan sekadar pengganjal lapar, melainkan bagian dari kenangan yang mengikatnya dengan kampung halaman.

Kisah Verisa Novri menjadi potret berbeda dari tradisi mudik di Indonesia. Ia menunjukkan bahwa pulang tidak selalu tentang kecepatan atau efisiensi, melainkan tentang proses, makna, dan pengalaman yang menyertainya.

Di tengah dunia yang serba cepat, Verisa memilih untuk melambat. Dari setiap kayuhan sepedanya, ia membuktikan bahwa perjalanan sederhana pun bisa menjadi luar biasa, selama dijalani dengan hati dan penuh kesadaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.