Reformasi Besar Sepak Bola Inggris: Skema “Empat Sumber Dana” Disiapkan Atasi Krisis Keuangan Klub

Jumat, 20 Mar 2026, 07:00 WIB

MANCHESTER, INGGRIS — Upaya membenahi keuangan sepak bola Inggris memasuki babak baru setelah kelompok Fair Game meluncurkan proposal reformasi yang diklaim sebagai solusi praktis dan siap diterapkan. Rencana ini ditujukan kepada Independent Football Regulator (IFR), lembaga independen bentukan pemerintah yang akan mengawasi keberlanjutan finansial klub.

Dalam laporan berjudul “The Four Pot Solution: Redrawing Football’s Finances”, Fair Game menawarkan sistem pembagian pendapatan baru yang lebih adil dan terstruktur. Tujuannya sederhana: mengurangi pemborosan, mencegah klub bangkrut, dan membuat persaingan antarklub lebih seimbang.

Ket. Foto: Ilustrasi bola Liga Inggris. — Sumber: Istimewa

Selama ini, pembagian pendapatan, terutama dari hak siar yang mencapai 3,2 miliar poundsterling per tahun, menjadi sumber konflik antara Premier League dan English Football League. Klub-klub kecil merasa tertinggal, sementara klub besar terus mendominasi.

Data yang diungkap Fair Game menunjukkan kondisi yang cukup serius. Sekitar 62 persen klub di empat divisi teratas mengalami masalah keuangan. Banyak klub terus merugi, sementara jarak kualitas dan kekuatan finansial antar tim semakin lebar.

Karena itu, kehadiran IFR diharapkan bisa menjadi pengawas yang tegas, mengatur keuangan klub, memastikan kepemilikan yang sehat, dan melindungi kepentingan suporter.

Solusi yang ditawarkan Fair Game membagi pendapatan sepak bola ke dalam empat “dana” utama, masing-masing dengan fungsi jelas:

Dana Operasional (Lights-On)

Digunakan untuk kebutuhan dasar klub seperti gaji staf dan biaya operasional agar klub tetap berjalan.

Dana Insentif (Don’t-Be-a-Numpty)

Diberikan kepada klub yang mengelola keuangan dengan baik, transparan, dan dekat dengan suporter.

Dana Masa Depan (Future)

Khusus untuk investasi jangka panjang seperti pembangunan stadion, fasilitas latihan, dan proyek komunitas, tidak boleh dipakai untuk gaji pemain.

Dana Pengaman (Safety-Net)

Cadangan wajib untuk menghadapi krisis mendadak, misalnya jika pemilik klub mengalami masalah finansial.

CEO Fair Game, Niall Couper, menilai sepak bola Inggris selama ini berjalan tanpa sistem keuangan yang sehat.

“Selama ini klub terlalu bergantung pada harapan dan uang pemilik. Sistem ini akan membuat klub lebih bertanggung jawab dan tidak berjudi dengan masa depan mereka sendiri,” ujarnya.

Dengan sistem ini, Fair Game yakin beberapa masalah utama bisa diatasi: gaji pemain yang terlalu tinggi bisa ditekan, ketergantungan pada pemilik kaya berkurang, dan persaingan menjadi lebih adil di semua level liga.

Proposal ini juga diharapkan membantu klub-klub kecil bertahan dan berkembang, bukan sekadar bertahan hidup.

Kini, semua mata tertuju pada IFR. Jika rencana ini diterapkan, bukan tidak mungkin sepak bola Inggris akan memasuki era baru, lebih stabil, lebih adil, dan lebih berkelanjutan bagi semua pihak, dari klub hingga suporter.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.