Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kontroversi Piala Afrika Memanas: Senegal Tuntut Investigasi, Maroko Pertahankan Keputusan CAF

📅 Jumat, 20 Mar 2026, 00:45 WIB | Oleh:
Kontroversi Piala Afrika Memanas: Senegal Tuntut Investigasi, Maroko Pertahankan Keputusan CAF Doc: AFP
Ket. Ilustrasi timnas Senegal mengangkat trofi Piala Afrika.

PARIS, PRANCIS — Polemik panas mewarnai sepak bola Afrika setelah tim nasional Senegal secara mengejutkan dicabut gelar juara Africa Cup of Nations (Piala Afrika). Keputusan itu diambil oleh Confederation of African Football yang menetapkan timnas Maroko sebagai juara, dua bulan setelah final yang penuh kekacauan.

Pemerintah Senegal langsung bereaksi keras. Melalui juru bicaranya, Marie Rose Khady Fatou Faye, Dakar menuntut “penyelidikan internasional independen” terkait dugaan korupsi di tubuh CAF.

“Dengan mempertanyakan hasil pertandingan yang sah dan dimenangkan sesuai aturan, CAF secara serius merusak kredibilitasnya sendiri,” ujar Faye dalam pernyataan resmi. Ia menegaskan Senegal “secara tegas menolak upaya perampasan yang tidak berdasar” tersebut.

Kontroversi berakar dari final di Rabat, 18 Januari lalu. Sejumlah pemain Senegal sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes setelah tuan rumah Maroko mendapat hadiah penalti di masa tambahan waktu babak kedua.

Laga sempat terhenti hampir 20 menit sebelum akhirnya kapten Sadio Mane membujuk rekan-rekannya kembali bermain. Penalti yang diambil Brahim Diaz, pemain Real Madrid, gagal berbuah gol setelah digagalkan kiper Edouard Mendy.

Pertandingan kemudian berlanjut ke perpanjangan waktu, sebelum Pape Gueye mencetak gol kemenangan yang semula memastikan Senegal unggul 1-0.

Namun, melalui proses banding, CAF mengubah hasil tersebut menjadi kemenangan 3-0 untuk Maroko. Komite Banding CAF mengacu pada Pasal 82 dan 84 regulasi AFCON yang menyatakan tim yang meninggalkan lapangan tanpa izin wasit dianggap kalah dan didiskualifikasi.

Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko, Royal Moroccan Football Federation, menegaskan bahwa banding yang diajukan tidak dimaksudkan untuk meragukan kualitas permainan Senegal.

“Permohonan ini semata-mata untuk memastikan penerapan regulasi kompetisi,” demikian pernyataan resmi mereka. Dalam keterangan lanjutan, FRMF menyebut keputusan tersebut penting untuk menjaga konsistensi dan kredibilitas kompetisi internasional, khususnya di Afrika.

Pihak federasi sepak bola Senegal memastikan akan mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport dalam waktu dekat. Sengketa ini diperkirakan akan menjadi salah satu kasus terbesar dalam sejarah sepak bola Afrika modern.

Presiden CAF, Patrice Motsepe, menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak setiap negara untuk membawa perkara ke CAS.

“Tidak ada satu pun negara di Afrika yang akan diperlakukan lebih istimewa dari yang lain,” ujar Motsepe. “Kami akan menghormati keputusan di tingkat tertinggi.”

Insiden final juga diwarnai kekacauan di tribun, termasuk upaya invasi lapangan oleh suporter Senegal. Wasit asal Kongo, Jean-Jacques Ndala, memberikan penalti kontroversial setelah tinjauan VAR atas pelanggaran oleh El Hadji Malick Diouf.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang hadir langsung di stadion, sebelumnya mengecam tindakan sejumlah pemain Senegal sebagai “tidak dapat diterima”.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.